Buntut Kasus Uighur, Gim Sepak Bola di China Hilangkan Ozil

Harijal - Jumat, 20 Desember 2019 11:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/c9d202122019_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AP Photo/Ian Walton)
Mesut Ozil dihilangkan dari gim sepakbola di China

JAKARTA - Mesut Ozil, pemain bola asal Turki yang bermain untuk klub Arsenal dihilangkan dari gim Pro Evolution Soccer (PES) untuk ponsel di China.

Distributor gim di China menyebut penghapusan ini merupakan dampak dari kecaman pemain tengah Arsenal itu terkait perlakuan pemerintah China terhadap kaum minoritas muslim Uighur.

Perusahaan internet China yang terdaftar di Amerika Serikat, NetEase, menyebut penghapusan Ozil di gim itu terkait dengan komentar ekstrim terhadap China.

Konami, pengembang gim PES asal Jepang, menolak berkomentar, seperti diberitakan AFP.

Nama Ozil sempat menghebohkan dunia setelah ia mengecam tindakan pemerintah China terhadap kaum minoritas muslim Uighur, Jumat (13/12).

Dalam cuitan berbahasa Turki, Ozil menyebut, "Quran telah dibakar, Masjid ditutup, sekolah muslim dilarang, pemuka agama dibunuh satu per satu, saudara-saudara (muslim) dipaksa ke kamp."

Warga Turki yang bermukim di Jerman ini juga mengkritik negara-negara Muslim yang gagal menyuarakan kekerasan yang terjadi atas kaum muslim di barat wilayah Xinjiang, China itu.

Arsenal menyatakan tidak terkait dengan pernyataan Ozil tersebut. Sementara China menyebut cuitan itu tidak benar dan Ozil dianggap telah dikelabui oleh berita bohong.

Sementara itu, klub Bundesliga Jerman FC Cologne menarik diri dari akademi sepakbola di China. Alasannya, mereka hendak mengevaluasi ulang "sumber daya dan prioritas".

Meski demikian, pejabat resmi senior Stefan Mueller-Roemer, yang sempat menjadi presiden klub ini dan sekarang menjadi pimpinan fans klub itu menyatakan kepada koran lokal Koelner Stadt-Anzeiger bahwa penarikan itu terkait sikap China terhadap Uighur.

"Kami tidak butuh China di olahraga." Ia pun menuduh kalau China telah "melakukan penghinaan besar-besaran terhadap hak asasi manusia."

Tak lama, NetEase mengumumkan lewat akun resmi media sosial China, kalau komentar Ozil telah melukai perasaan para penggemarnya di China.

Selain itu, televisi milik negara di China juga membatalkan rencana untuk menyiarkan pertandingan Liga Primer Inggris, Minggu (15/12). Selain itu diskusi tentang masalah ini juga disensor keras di China.

China menolak mengaku kalau mereka punya kamp konsenrasi. Mereka berdalih kalau tempat itu adalah pusat pelatihan vokasional.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Semarak HUT RI ke-81, DJSC Bersama PERBAKIN Bengkalis Gelar Turnamen Menembak

Mancanegara

Polda Riau Turunkan Tim Ahli Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Bengkalis

Mancanegara

Kelurahan Kampung Bandar Juara III Lomba Kebersihan se-Kota Pekanbaru

Mancanegara

Waka I DPRD Inhil Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Pekanbaru

Mancanegara

Pemko Pekanbaru dan IMI Gelar Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota

Mancanegara

Sempat Padam, Karhutla di Kerumutan Pelalawan Kembali Menyala