Ozil Bela Muslim Uighyur, China ‘Serang’ Arsenal

Harijal - Senin, 16 Desember 2019 07:43 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/fa2273122019_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(REUTERS/Hannah McKay)
Foto: Mesut Ozil

JAKARTA - China menghapus siaran pertandingan Liga Premier Arsenal melawan Manchester City. Hal ini dilakukan setelah Mesut Ozil, salah satu pemain Arsenal, mengkritik kebijakan China terkait minoritas Muslim Uighur di XinJiang.

Siaran tersebut seharusnya ditayangkan televisi China CCTV. Tapi dalam Twitter Global Times, sebagaimana dikutip Reuters, kekecewaan pemerintah dan penggemar menjadi alasan kenapa pertandingan sepak bola itu batal tayang.

Sebelumnya, Ozil dalam sebuah postingan di media sosial mengkritik tindakan China kepada Muslim Uighur. Pemain Timnas Jerman itu menyebut Muslim Uighur sebagai "pejuang yang menentang persekusi"

"(Di China) Quran dibakar, masjid ditutup, sekolah teologi Islam-madrasah dilarang, cendikiawan dibunuh satu per satu. Terlepas dari itu semua, Muslim tetap diam," tulis Ozil di medsosnya akhir pekan lalu.

Sementara itu, juru bicara Arsenal mengatakan mereka belum akan memberikan pernyataan resmi terkait ini. Meski demikian, melalui akun resmi Arsenal di platform Weibo, klub ini mengatakan hal tersebut adalah komentar pribadi Ozil.

"Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak terlibat dalam politik," tulis akun itu.

Pernyataan Ozil sempat membuat marah netizen China. Bahkan di akun Weibo Arsenal, terdapat sebuah postingan balasan yang memperlihatkan jersey milik Ozil rusak parah karena digunting penggemar.

Asosiasi Sepak Bola China juga mengatakan marah dan kecewa. "(Pernyataan Ozil) tidak pantas," kata pejabat asosiasi yang tidak disebut namanya sebagaimana dikutip Reuters dari harian China, The Paper.

"Komentar Ozil ... menyakitkan bagi penggemar di China ... juga melukai perasaan orang-orang China. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa kami terima."

Dalam laporan PBB dan kelompok hak asasi manusia diperkirakan 1-2 juta etnis Uighur China telah ditahan di sejumlah kamp khusus di Xinjiang.

Meski demikian China berulang kali membantah melakukan penganiayaan. Pemerintah mengatakan kamp tersebut hanya pusat pelatihan.

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia

Mancanegara

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

Mancanegara

Kecamatan Tenayan Raya dan Lintas Sektor Bagikan Ribuan Masker

Mancanegara

Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan

Mancanegara

Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba

Mancanegara

Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan