Polisi Tembak Mati 4 Terduga Perkosaan Picu Demo Warga India

Harijal - Minggu, 08 Desember 2019 14:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/5b6f13122019_untitled19.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Istockphoto/Sestovic)

JAKARTA - Anggota kepolisian di Kota Shadnagar, Telangana, India, menembak mati empat lelaki yang diduga pelaku perkosaan berkelompok terhadap seorang dokter hewan berusia 27 tahun. Polisi beralasan terpaksa melepaskan tembakan mematikan karena keempat lelaki itu merebut pistol dan menyerang aparat ketika dibawa menuju lokasi kejadian untuk mencari sejumlah barang bukti.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (8/12), kejadian itu bermula ketika polisi membawa keempat tersangka pada Jumat lalu pukul 03.00 waktu setempat. Aparat membawa mereka ke lokasi kejadian untuk mencari sejumlah barang bukti yang dibuang seperti ponsel korban.

"Para terduga pelaku merebut senjata api dari polisi dan mulai melepaskan tembakan. Kami sudah meminta supaya mereka menyerahkan senjata itu dan menyerah, tetapi malah terus menembak," kata Komisioner Kepolisian Hyderabad, V.C. Sajjanar.

Jasad korban perkosaan itu ditinggalkan para pelaku di bawah jembatan layang dalam keadaan hangus. Diduga pelaku sengaja membakar jenazah korban, dan baru ditemukan oleh polisi pada pekan lalu.

Korban dilaporkan hilang sehari sebelum jasadnya ditemukan.

Polisi sebenarnya belum menjerat keempat lelaki itu dengan sangkaan apapun. Saat itu mereka dibawa hanya untuk memperkuat hasil interogasi.

Sikap masyarakat terbelah menanggapi kejadian itu. Sebagian masyarakat menyatakan gembira setelah polisi menembak mati keempat lelaki tersebut.

Bahkan, ratusan masyarakat di Shadnagar melakukan pawai memuji sikap polisi. Sejumlah masyarakat di kota lain seperti Hyderabad, New Delhi, dan Mumbai juga turun ke jalan usai kejadian itu.

Mereka mendesak aparat penegak hukum dan pengadilan bekerja cepat untuk menuntaskan kasus perkosaan yang terus menerus terjadi, dan tidak menunda-nunda proses peradilan. Apalagi selama ini hakim selalu memberikan hukuman ringan untuk para pelaku.

Ketua Komisi Nasional Perempuan India, Swati Maliwal, mengancam akan menggelar aksi mogok makan jika pengadilan tidak kunjung menjatuhkan hukuman gantung hingga mati kepada para pelaku perkosaan yang saat ini tengah menunggu sidang. Sedangkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia India menyatakan akan mengirim tim pencari fakta untuk menyelidiki kejadian itu.

Kelompok Partai Kongres yang menjadi oposisi menuduh pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi dan Partai Bharatiya Janata (BJP) gagal mengatasi kejahatan perkosaan dan pelecehan seksual. Namun, mereka menyatakan juga mendesak supaya kejadian itu diusut.

Menurut kelompok oposisi, jika hal itu dibiarkan maka sama saja menyuburkan budaya impunitas yang dilakukan aparat. Sedangkan dari sudut pandang seorang anggota (BJP), Maneka Gandhi, hal ini memperlihatkan aparat kepolisian justru main hakim sendiri.

"Jika terbukti di pengadilan maka mereka bakal digantung. Namun, jika kita membunuh para terduga sebelum seluruh proses hukum dilakukan, maka apa gunanya mempunyai pengadilan, polisi, atau hukum?," kata Gandhi.

Lembaga pemantau HAM, Amnesty International, juga mengkritik tewasnya empat lelaki terduga pelaku perkosaan di tangan polisi.

"Pembunuhan di luar proses hukum bukan jalan keluar untuk mencegah perkosaan," kata Direktur Eksekutif Amnesty International India, Avinash Kumar.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan

Mancanegara

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Mancanegara

Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman

Mancanegara

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Mancanegara

Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI

Mancanegara

Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis