NATO Mulai Khawatir Dengan Ekspansi Militer China

Harijal - Rabu, 04 Desember 2019 22:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/12b0cf122019_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AFP PHOTO)
Ilustrasi pesawat tempur J-15 milik Angkatan Udara China.

JAKARTA - Kebangkitan kekuatan militer China nampaknya membuat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ketar-ketir. Sekretaris Jenderal NATO, Jen Stoltenberg, bahkan menyatakan hal itu bakal berdampak terhadap keamanan kawasan Asia terkait sengketa di Laut China Selatan.

"Kami sudah memantau kekuatan China dan dampaknya terhadap seluruh sekutu. China adalah negara dengan anggaran pertahanan kedua terbesar di dunia. Mereka saat ini memperlihatkan kekuatannya dan membangun persenjataan seperti rudal jarak jauh yang bisa mencapai Eropa dan Amerika Serikat," kata Stoltenberg dalam jumpa pers di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi NATO di London, Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (4/12).

Stoltenberg menyatakan anggota NATO harus menanggapi masalah ini dengan serius. Dalam KTT itu, NATO juga dilaporkan akan merumuskan bagaimana sikap mereka untuk mendekati China dengan dalih melindungi kepentingan dunia.

KTT NATO seharusnya hanya membahas masalah berkaitan dengan Eropa dan Amerika. Namun, China dimasukkan ke dalam pembahasan karena NATO menganggap pengaruh negara itu semakin kuat.

"Ini bukan dimaksudkan memindahkan NATO ke Laut China Selatan tetapi untuk mengingatkan bahwa pengaruh China semakin mendekat ke Arktik, Afrika bahkan mereka menanamkan modal dalam infrastruktur di Eropa, terutama dalam bidang siber," ujar Stoltenberg.

Stoltenberg menekankan NATO tidak akan berusaha berhadapan dengan China, tetapi lebih memilih menganalisa dan memahami perilaku untuk mengimbangi manuver Negeri Tirai Bambu.

China saat ini memang sedang menggenjot produksi alat utama sistem persenjataan mereka. Mulai dari matra darat, laut dan udara.

Mereka membangun kendaraan lapis baja, kapal perang, kapal induk, kapal selam, rudal jelajah, sampai pesawat tempur siluman.

China juga menyulap gugus pulau di Laut China Selatan menjadi pangkalan militer dengan cara reklamasi. Hal itu membuat militer mereka menjelajah di kawasan yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Di sisi lain, ekspansi militer China bersinggungan dengan negara lain yang juga sama-sama mengklaim mempunyai kedaulatan di Laut China Selatan. Antara lain Filipina, Indonesia, Malaysia, Taiwan dan Vietnam. 

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Mancanegara

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Mancanegara

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Mancanegara

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Mancanegara

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Mancanegara

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi