Hong Kong Kembali Rusuh, Stasiun MRT Dilempar Bom

Harijal - Minggu, 13 Oktober 2019 09:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/10/f4ba47102019_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(REUTERS/Athit Perawongmetha)
Foto: Pendemo Hong Kong merusak Bank of China.

JAKARTA - Bom bensin dilempar ke dalam stasiun metro di Hong Kong pada Sabtu (12/10/2019). Hal ini dilakukan para pengunjuk rasa anti-Beijing yang marah, yang semakin membuat kelam kota tersebut 4 bulan terakhir.

Stasiun Kowloon Tong rusak parah karena serangan itu. Polisi dikerahkan untuk menjaga jalan-jalan di Kowloon dan beberapa stasiun metro yang lain.

Seperti kerap terjadi di akhir pekan, intensitas kekerasan naik tiap Sabtu dan Minggu di Hong Kong. Sebelumnya, para pengunjuk rasa berdemo karena RUU kontroversial, terkait esktradisi kriminal Hong Kong ke China.

Para pendemo yang merupakan pro demokrasi takut hal ini akan menjadi senjata China untuk menekan kebebasan berekspresi di wilayah itu. Meski RUU ini sudah dicabut, hingga kini demo terus terjadi dan merambat ke arah merdeka dari China.

Demo juga makin menjadi-jadi sejak awal pekan lalu. Pasalnya pemerintah Hong Kong menerapkan aturan darurat, yang tidak mengizinkan pendemo menggunakan penutup wajah dan topeng tiap melakukan aksi.

Ini semakin membuat pendemo murka. Aksi vandalisme pun kerap dilakukan pendemo yang sebagian besar berusia pelajar dan mahasiswa.

"Tidak ada kejahatan untuk menutupi wajah kita, tidak ada alasan untuk memberlakukan (anti-topeng) hukum," teriak pengunjuk rasa. "Aku punya hak untuk memakai topeng!"

Dalam demo yang terjadi kemarin, beberapa pengunjuk rasa juga terlihat mendirikan barikade jalan menggunakan tong sampah dan plastik berisi air. Di sisi lain kota, para pengunjuk rasa bahkan membakar kantor pemerintah dan merusak toko.

Demo telah membawa Hong Kong pada ancama resesi. Bahkan sejumlah hal menunjukan, pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga di pusat keuangan itu juga akan mengalami kontraksi.

Dikutip dari Bloomberg, Hong Kong tengah memasuki resesi teknikal. Pelemahan ekonomi juga dipercara akan terjadi kembali di kuartal ketiga ini.

Sebelumnya di Q1 2019, Hong Kong masih menunjukan pertumbuhan positif 1,3%. Namun di Q2 2019, pertumbuhan ekonomi terjun ke -0,4%.

Kontraksi diprediksi terjadi di Q3 ini. Ada beberapa indikator yang mendukung ini, diantaranya penjualan ritel yang turun 23% di Agustus, jebloknya jumlah turis ke Hong Kong turun hingga 40%, serta PMI IHS markit di level 41,5.

"Saya tidak melihat adanya indikator yang kuat yang dapat mengubah situasi ini," kata ekonom Asia Pictet Wealth Management Dong Chen.

"Skenario terbaik adalah, setelah ketidakpastian ini, mereka (pemerintah) muncul dengan rencana jangka panjang atau pengukuran untuk menyelesaikan masalah struktural,".

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan

Mancanegara

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Mancanegara

Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman

Mancanegara

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Mancanegara

Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI

Mancanegara

Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis