Sudah tiga hari sejak serangan teror mengerikan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Setidaknya, ada 50 muslim tak bersalah yang menjadi korban tewas dalam penembakan brutal tersebut. Pada hari Jumat (15/3/2019), Brenton Tarrant melakukan penembakan terhadap puluhan jemaah yang sedang melaksanakan ibadah salat Jumat.
Beberapa di antaranya ada anak-anak tak berdosa, seorang insinyur, pekerja kesehatan dan masih banyak lagi. Seperti dilansir dari Daily Mail, hingga Senin pagi (18/3/2019), ada satu orang yang masih dinyatakan hilang dan 49 korban tewas lainnya telah diidentifikasi.
Salah satunya adalah Junaid Ismail (36), yang meninggalkan seorang istri, tiga anak kecil dan seorang ibu. Lalu korban tewas lainnya adalah Ansi Alibava (25), yang pada bulan Mei mendatang dia seharusnya diwisuda untuk gelar masternya, namun semuanya harus sirna.
BACA SELENGKAPNYA