Anggaran Operasional Ditolak Senat, Pemerintah AS Tutup Sementara

Harijal - Sabtu, 20 Januari 2018 20:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/01/7d9c52012018_0000auntitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Yuri Gripas/Reuters)
Gedung Parlemen AS, The Capitol

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan shutdown government atau tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut terjadi setelah pengajuan anggaran operasional gagal disepakati oleh Senat.

Usulan pengajuan anggaran itu wajib mendapatkan minimal 60 suara di Senat yang dihuni oleh Partai Republik dan Demokrat. Akan tetapi, hanya 50 dari total 100 suara di Senat yang mendukung pengajuan dana operasional tambahan tersebut.

“Malam ini, mereka menaruh politik di atas keamanan nasional kita, keluarga-keluarga anggota militer, anak-anak yang rentan, dan kemampuan negara ini untuk melayani semua orang Amerika,” bunyi pernyataan resmi Gedung Putih, melansir dari Reuters, Sabtu (20/1/2018).

Sebagian besar anggota senat yang berasal dari Partai Demokrat menentang pengajuan dana operasional tersebut. Sebab, perjuangan Demokrat untuk menyertakan anggaran perlindungan bagi ribuan imigran muda gagal masuk dalam rancangan.

Negosiasi alot antara pemimpin mayoritas di Senat, Mitch McConnell, dengan Ketua Faksi Demokrat, Chuck Schummer, berakhir dengan jalan buntu tepat pada Jumat 19 Januari tengah malam waktu setempat. Dengan demikian, pemerintah AS secara resmi kehabisan uang operasional.

Penutupan atau shutdown itu akan berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan. Hingga dana operasional disetujui oleh Senat, maka sejumlah badan milik pemerintah yang dianggap ‘tidak esensial’ di seluruh negara tidak dapat beroperasi. Itu berarti ratusan ribu pegawainya berstatus cuti tidak dibayar.

Pegawai yang berurusan dengan keamanan publik dan negara tetap akan bekerja. Itu berarti sekira 1,3 juta orang yang saat ini aktif di militer AS tetap bekerja seperti biasa meski tidak akan dibayar hingga dana operasional diperbarui atau sistem pendanaan ditangani lewat legislasi terpisah.

Anggaran sempat disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang dikuasai oleh Partai Republik pada Kamis 18 Januari. Akan tetapi, mereka membutuhkan persetujuan Senat agar sah. Republikan hanya membutuhkan 10 suara dari kader Demokrat dalam voting di Senat.

Ternyata, perpecahan juga terjadi di internal Partai Republik. Sebanyak lima orang Republikan memilih untuk menentang, sementara di sisi lain lima orang anggota Demokrat setuju.

Chuck Schummer meminta Presiden Donald Trump dan ketua Partai Republik serta Demokrat untuk melanjutkan negosiasi pada siang waktu setempat. Mitch McConnell sendiri memastikan akan mengupayakan rancangan baru pada 8 Februari.

(okezone/reuters)

Berita Terkait

Mancanegara

Bupati Afni Zulkifli Pimpin Langsung Pawai Taaruf MTQ Ke 44 Propinsi Riau di Kuansing

Mancanegara

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Mancanegara

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Mancanegara

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Mancanegara

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Mancanegara

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi