ANKARA - Pemerintah Turki telah memerintahkan pemecatan kepada ribuan para pendidik yang berasal dari warga Kurdi. Pemecatan ini karena mereka diduga mendukung gerakan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Organisasi ini dianggap oleh Pemerintah Turki sebagai kelompok teroris.
Pemecatan guru dari warga Kurdi ini dilakukan setelah Pemerintah Turki baru-baru ini menahan sekira 40.000 akademisi, guru dan jurnalis. Pemecatan besar-besaran ini diperintahkan Ankara pada Kamis 8 September lalu.
Sebagaimana dilansir Sputnik, Minggu (11/9/2016), “Sejumlah individu yang terkait akan diberhentikan untuk sementara waktu, menunggu penyelidikan formal,” kata seorang otoritas dalam kondisi anonim. Pemecatan ini terjadi usai Perdana Menteri (PM) Binali Yildirim mengumumkan 14.000 guru akan segera diberhentikan sementara karena terkait dengan kelompok PKK.
Sejumlah pejabat Turki juga mengklaim bahwa dua badan yang dijalankan Partai Wilayah Demokrasi Kurdi (DBP) yaitu sejumlah pemerintahan di distrik Sur dan Silvan, Provinsi Diyarbakir.
Kendati demikian, gubernur setempat membantah bahwa dua tempat tersebut telah diambil alih oleh pemerintah. "Laporan tentang pengambilalihan dua Kantor Wali Kota di Diyarbakir tidak mencerminkan kebenaran. Belum ada rencana seperti itu pada tahap ini. Jika ada, pernyataan akan segera dibuat," ujar sang gubernur.
(FIK/okezone)