10.000 Tentara Standby di Kerajaan Militer China Dekat Natuna

Harijal - Minggu, 30 Oktober 2022 19:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2022/10/c69785102022_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Diam-Diam China Bangun "Kerajaan" Militer di Dekat RI

JAKARTA - Seorang jurnalis foto Filipina, membagikan penampakan 'kerajaan' militer China yang terlihat di kawasan Laut China Selatan (LCS). Bagaimana pangkalan tentara Tiongkok berdiri di laut sengketa itu.

Dalam akun Twitternya @Ezra Acayan, 8- membuat cuitan soal pemandangan terbaru dari pulau buatan China di LCS. Sebelumnya, pemberitaan soal ini juga dimuat Radio Free Asia merujuk laporan televisi China, CGTN.

CGTN dalam laporannya pekan lalu menyebut sebuah kapal rumah sakit Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), bernama Youhao, juga telah menyelesaikan perjalanan 18 harinya dari kawasan itu. Ini guna memberikan layanan medis kepada lebih dari 5.000 orang tentara.

"Lapangan terbang, gedung, fasilitas rekreasi, dan struktur lainnya terlihat di pulau buatan yang dibangun oleh China dalam foto yang diambil pada 25 Oktober 2022 di Kepulauan Spratly, LCS," tulisnya, dikutip Minggu (30/10/2022).

"China telah semakin menegaskan klaim kepemilikannya atas pulau-pulau yang disengketakan di LCS dengan meningkatkan ukuran pulau secara artifisial, menciptakan pulau-pulau baru dan membangun pelabuhan, pos-pos militer dan landasan udara," tambahnya.

Foto-fotonya juga dimuat di perusahaan agen penyedia foto, berbasis di Seattle, Washington, Amerika Serikat (AS), Getty Images.

Perlu diketahui LCS di klaim China hingga 90%. Ini membuatnya kerap bermasalah dengan sejumlah negara termasuk Asia Tenggara, seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, Vietnam termasuk RI di Laut Natura Utara.

Sayangnya belum ada konfirmasi dari China. Beijing sendiri merujuk konsep sembilan garis putus-putus (nine dash line) untuk mengukuhkan kepemilikannya di wilayah kaya sumber daya alam itu.

Sebenarnya, laporan pangkalan militer China di LCS sendiri sudah diutarakan perusahaan keamanan siber swasta yang berbasis di AS, Recorded Future tahun lalu. Diperkirakan pasukan China yang ditempatkan LCS sudah lebih dari 10.000.

Ini juga mengungkap fakta baru dari laporan Pentagon pada tahun 2016 yang mengatakan China telah mereklamasi lebih dari 3.200 hektar (13 km persegi) tanah di LCS. Namun area pulau buatan saat ini diyakini jauh lebih besar karena pekerjaan reklamasi berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, seorang pengguna Twitter menyebut lokasi pembangunan tersebut dekat dengan Palawan, Filipina. Wilayah itu bereda 1.295 kilometer dari RI.

(sumber: CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Komisi VII DPR Sambut Baik Pembentukan PTM Indonesia

Mancanegara

BKSAP DPR RI Kecam Pengangkatan Isu West Papua di UNGA PBB

Mancanegara

Satgas PKH Beri Petunjuk dan Arahan, PPWI Siap Bantu Warga

Mancanegara

Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026: Doddy dan Hafis Keluar sebagai Juara Executive

Mancanegara

Penutupan MTQ X, Polsek Rambah Hilir Perkuat Sinergi

Mancanegara

Polresta Pekanbaru Gerebek Empat Pengedar Narkoba di Kampung Terendam, 2,74 Gram Sabu dan Happy Five Disita