Kronologi Pesawat Terbelah di India, 17 Orang Tewas

Harijal - Sabtu, 08 Agustus 2020 12:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/d5739d082020_untitled7.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AFP/FAVAS JALLA).
Pesawat Air India Express tergelincir di Bandara Calicut, India pada Jumat (7/8) malam dan menelan 17 korban meninggal dunia.

JAKARTA - Pesawat Air India Express tergelincir di Bandara Calicut (Kozhikode), Kerala, India pada Jumat (7/8) malam.

Hingga sekarang, insiden yang menyebabkan pesawat patah dan terbelah dua ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Berikut kronologi pesawat tergelincir dan terbelah dua.

Pesawat Air India Express dengan nomor penerbangan IX-1344 tersebut terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab pada Jumat sore. Pesawat berjenis Boeing 737 itu mengangkut total 191 orang yang terdiri dari 184 penumpang, 5 awak kabin, dan 2 pilot.

Setelah sekitar empat jam perjalanan, pesawat Air India Express tiba di Bandara Calicut, Kerala. Saat hendak mendarat, pesawat itu tergelincir di landasan pacu sekitar pukul 19.40 waktu setempat.

Saat itu, kondisi cuaca sedang hujan deras. Pesawat tergelincir sekitar 10 meter di ujung landasan pacu. Pesawat itu jatuh ke jurang 10 meter, patah, dan terbelah menjadi dua.

"Tidak ada kebakaran yang dilaporkan pada saat (pesawat) mendarat," ungkap juru bicara Air India Express dalam sebuah pernyataan.

Penyelamatan dan evakuasi pesawat langsung dilakukan setelah kecelakaan tersebut. Namun, hujan deras sempat menjadi kendala tim evakuasi.

Berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan mencatat bahwa pesawat tersebut sempat berusaha mendarat dua kali.

"Kondisi cuaca tidak bagus. Pilot sudah mencoba mendarat lebih awal dan kemudian melakukan putaran (turnaround)," kata Civil Aviation Minister India Hardeep Singh Puri kepada CNN.

Dalam wawancara di stasiun TV, korban yang yang selamat juga menyebut pesawat naik dan turun berkali-kali sebelum mendarat saat hujan.

Hingga Sabtu (8/8) pagi, tercatat 17 korban tewas, termasuk bayi berusia 10 bulan dan 1,5 tahun. Salah satu pilot, Deepak Santhe juga meninggal dunia, Korban meninggal ini dapat terus bertambah mengingat lebih dari 100 orang terluka dan 15 diantaranya dalam kondisi kritis.

Petugas senior kepolisian Abdul Karim mengatakan kepada AFP, bahwa 15 korban kritis tersebut sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan berduka atas kecelakaan tersebut.

"Sangat sedih atas kecelakaan pesawat di Kozikhode. Turut berduka cita kepada mereka yang ditinggalkan orang tercinta. Untuk mereka yang terluka semoga dapat segera pulih," ujar Modi melalui akun Twitter @narendramodi, dikutip Sabtu (8/8).

Modi juga memastikan bahwa Kepala Menteri Kerala Pinarayi Vijayan siap membantu semua korban yang terdampak.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit

Mancanegara

PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC

Mancanegara

Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai

Mancanegara

Resmi Jadi Kapolda Riau, Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli

Mancanegara

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Mancanegara

Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Perlindungan Sisa Kuota