Malaysia Perpanjang Lockdown hingga 9 Juni, Mudik Lebaran Juga Dilarang

Harijal - Minggu, 10 Mei 2020 21:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/eea5b7052020_untitled20.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: AFP)
Muhyiddin Yassin

KUALA LUMPUR - Malaysia, Minggu (10/5/2020), memperpanjang lockdown atau perintah kontrol pergerakan (MCO) selama 1 bulan lagi atau sampai 9 Juni 2020. Meski demikian, ada pelonggaran dalam penerapan perpanjangan ini.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan, meski laporan penambahan harian kasus Covid-19 menurun, pertarungan melawan virus belum berakhir.

"Meskipun telah mencapai perkembangan positif dalam perang melawan Covid-19, kita belum sepenuhnya berhasil," kata Muhyiddin, dikutip dari The Straits Times.

Dia menambahkan, berdasarkan masukan dari Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional, lockdown masih diperlukan untuk lebih memperkecil potensi penyebaran virus mematikan ini.

“Saya ingin mengumumkan bahwa perintah kontrol pergerakan bersyarat yang seharusnya berlangsung hingga 12 Mei, tetap berlaku hingga 9 Juni,” ujarnya.

Muhyiddin menambahkan, mudik menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri masih dilarang, termasuk open house.

BACA JUGA:Malaysia Catat 94 Kasus Baru Corona, 72 di Antaranya Impor dari IndonesiaMalaysia pertama kali memberlakukan lockdown pada 18 Maret setelah terjadi peningkatan kasus yang tajam. Aktivitas pendidikan dan bisnis yang tidak penting ditutup.

Seluruh warga harus berada di rumah, kecuali untuk membeli kebutuhan pokok dan obat.

Lockdown sempat dilonggarkan pada 4 Mei yang memberikan kesempatan sebagian besar bisnis memulai aktivitas lagi dan warga kembali bekerja. Namun sekolah-sekolah tetap tutup dan pertemuan besar masih dilarang.

Sebanyak 6,64 juta orang atau 43,6 persen total pekerja Malaysia telah kembali beraktivitas sejak Senin lalu. Jumlahnya akan terus bertambah dalam beberapa pekan.

Meski demikian Muhyiddin mengingatkan warga untuk tetap berpegang pada pedoman kesehatan yakni menjaga jarak aman.

“Jangan ceroboh, karena semakin banyak orang kembali bekerja, risiko infeksi lebih tinggi. Beberapa pekan mendatang sangat penting,” katanya, seraya menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memberlakukan penguncian total lagi di daerah yang mengalami lonjakan kasus virus corona.

(iNews.id)

Berita Terkait

Mancanegara

Harga Cabai Pekanbaru Makin 'Pedas', Pemko Usul Subsidi Angkutan

Mancanegara

Perlebar 3 Ruas Jalan Pekanbaru, Wako Agung Apresiasi dan Ucapkan Terimakasih Kepada Plt Gubri SF Hariyanto

Mancanegara

Bupati Inhil H. Herman Dorong Pembina Pramuka Saling Belajar dan Berbagi Pengalaman

Mancanegara

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Mancanegara

Polsek Cerenti Musnahkan Rakit PETI

Mancanegara

Kemenkeu Cicil Utang, DBH Migas Siak Justru Anjlok Drastis