Update Corona Global: Hampir 4 Juta Orang Terinfeksi COVID-19

Harijal - Jumat, 08 Mei 2020 10:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/2cd3d8052020_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AP Photo/Arek Rataj)
Foto: Warga yang memakai masker wajah berjalan menyusuri jalan sepi di Wuhan di Provinsi Hubei, China tengah, Selasa, (28/1/2020).

JAKARTA -  Virus corona (COVID-19) telah menginfeksi hampir empat juta orang di 212 negara dan wilayah di seluruh dunia per Jumat (8/5/2020). Sebagaimana dilaporkan Worldometers, ada 3.915.836 yang telah dikonfirmasi mengidap COVID-19 secara global.

Dari total itu, 270.694 orang meninggal dunia dan 1.341.106 orang sembuh. Sementara total kasus aktif ada sebanyak 2.304.036 kasus, dengan perincian 2.255.076 (98%) orang sakit dalam kondisi ringan dan 48.960 (2%) lainnya dalam kondisi serius atau kritis.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak. Ada 1.292.623 yang telah dinyatakan positif COVID-19 di AS, di mana 76.928 orang telah meninggal dunia dan 217.250 orang sembuh.

Negara kedua dengan kasus terbanyak adalah Spanyol, yang memiliki 256.855 kasus, 26.070 kematian dan 163.919 pasien sembuh. Sementara itu Italia yang pernah menjadi negara dengan kasus terbanyak di dunia, kini ada di tempat ketiga dengan 215.858 kasus, 29.958 orang meninggal dan 96.276 orang sembuh.

Di belakang Italia ada Inggris. Negara ini memiliki 206.715 kasus dengan 30.615 kematian. Angka kematian akibat COVID-19 di Inggris ini merupakan yang paling tinggi kedua setelah Amerika Serikat.

Selama beberapa bulan terakhir negara ini telah menerapkan penguncian (lockdown) untuk menekan penyebaran wabah yang belum memiliki vaksin itu. Inggris pertama kali menerapkan lockdown pada 23 Maret dan telah memperpanjangnya. Lockdown ini dijadwalkan untuk berakhir pada Kamis waktu setempat.

Namun demikian belum ada tanda-tanda negara ini akan menghapus aturan tersebut. Bahkan pada Kamis, Menteri Luar Negeri Dominic Raab telah meminta masyarakat untuk tidak terlalu berharap banyak mengenai penghapusan lockdown yang sudah banyak dilakukan negara tetangganya.

Raab mengatakan, jika ada perubahan pada aturan lockdown, maka itu akan "sederhana, kecil, bertahap dan dipantau dengan sangat hati-hati".

"Jika kita menemukan di masa depan tingkat R [tingkat infeksi] naik kembali atau bahwa orang tidak mengikuti aturan, kita harus memiliki kemampuan kemudian untuk menempatkan kembali tindakan pada tempatnya." katanya pada briefing COVID-19 harian, sebagaimana dilaporkan Sky News.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dijadwalkan untuk membahas hal tersebut pada pidato nasionalnya pada akhir pekan ini.

Di belakang Inggris, negara kelima dengan kasus corona terbanyak adalah Rusia. Negara yang dipimpin Presiden Vladimir Putin ini memiliki 177.160 kasus infeksi, di mana 1.625 orang meninggal dan 23.803 orang sembuh.

Sebelumnya pada Kamis, Rusia masih menempati posisi keenam, di belakang Prancis. Namun, pesatnya penambahan kasus infeksi baru di Rusia, yang mencapai 10 ribu lebih kasus baru sehari, membuatnya menggeser posisi Prancis yang kini di tempat keenam dengan 174.791 kasus.

(CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

Bandar dan Kurir Sabu di Siak Ditangkap, Senpi Rakitan Ikut Diamankan

Mancanegara

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Produktivitas Ketahanan Pangan hingga Masa Panen

Mancanegara

Pembukaan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Jadi Primadona

Mancanegara

Pekanbaru Target Juara Umum, 70 Kafilah MTQ Riau Ke-44 Dilepas ke Kuansing

Mancanegara

TRC 112 Pekanbaru Ditargetkan Tujuh Menit Sampai di Lokasi

Mancanegara

24 Perusahaan Keroyok Perbaikan Ruas Jalan Minas-Perawang