150 Dokter Meninggal Akibat Covid-19 di Italia

Harijal - Sabtu, 25 April 2020 11:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/d8017d042020_untitled24.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AP Photo/Luca Bruno)
Ilustrasi penanganan virus corona di Italia.

JAKARTA- Asosiasi Dokter Italia menyatakan setidaknya 150 dokter meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona atau covid-19 di negara tersebut.

Para dokter yang meninggal merupakan tenaga medis yang terkena paparan langsung saat menangani pasien positif covid-19. Dari data Asosiasi Dokter Italia, kematian tenaga kesehatan menyumbang angka 10 persen dari total kasus pasien meninggal akibat covid-19.

"Di Italia, setidaknya 150 dokter telah meninggal setelah tertular virus corona," bunyi pernyataan perwakilan Asosiasi Dokter Italia, dilansir dari CNN, Jumat (24/4).

Merespons angka kematian tersebut, serikat medis Italia ANAAO mengkritik keputusan Pemerintah Italia yang menyetujui pencairan dana stimulus sekitar 25 miliar euro untuk meredam dampak ekonomi dan sosial akibat covid-19.

Menurut ANAAO keputusan tersebut mengecewakan karena penambahan insentif belum mewakili pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan warga sepenuhnya.

ANAOO menilai perjuangan para tenaga kesehatan melawan 'tsunami' pasien covid-19 selama ini belum mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus dari pemerintah.

"Tambahan dana yang diberikan tidak cukup untuk menjamin remunerasi dari semua lembur yang dilakukan antara Februari dan Maret," kata perwakilan ANAOO.

Di Italia, terdapat sebanyak 192.994 kasus positif covid-19. Sebanyak 25.969 orang dinyatakan meninggal dunia dan 60.498 orang dinyatakan sembuh.

Tidak hanya Italia, beberapa negara yang memiliki angka kasus covid-19 yang tinggi juga memiliki angka kematian tenaga medis dengan jumlah tak sedikit. Termasuk di pusat episentrum wabah pertama kali muncul di Wuhan, China, Inggris, Spanyol, maupun Prancis.

Di Indonesia sendiri, Ikatan Dokter Indonesia mencatat sejak Maret 2020 hingga April 2020 tercatat 23 orang dokter meninggal dunia akibat terpapar covid-19, baik pasien yang positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

Selain dokter, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) juga mencatat 11 perawat meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona. 

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia

Mancanegara

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

Mancanegara

Kecamatan Tenayan Raya dan Lintas Sektor Bagikan Ribuan Masker

Mancanegara

Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan

Mancanegara

Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba

Mancanegara

Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan