Singapura Catat Rekor Kasus Baru Tertinggi Sehari, 440 Orang

Harijal - Kamis, 16 April 2020 18:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/65c32a042020_untitled21.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
Kondisi Singapura saat lockdown untuk menekan penularan virus corona.

JAKARTA - Singapura mencatat lonjakan pasien positif virus corona sebanyak 447 orang dalam sehari. Kementerian Kesehatan melaporkan angka tersebut sebagai rekor tertinggi penambahan kasus baru sejak ini.

Mengutip Straits Times, penambahan kasus baru ini membuat total pasien Covid-19 di Singapura saat ini mencapai 3.699 orang.

Sekitar 404 orang pasien yang baru dinyatakan positif terinfeksi virus corona diketahui berasal dari klaster baru yakni asrama pekerja migran.

Asrama pekerja migran kini menjadi klaster baru pusat penyebaran Covid-19 di Negeri Singa. Asrama yang berada di Punggol tercatat sebagai klaster terbesar kasus virus corona yakni sebanyak 74 kasus baru.

Sebuah ruko yang memiliki kaitan dengan pekerja migran di 234 Balestier Road kini menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Sejauh ini sekitar 17 dari 43 asrama pekerja migran dilaporkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Kementerian mencatat saat ini rata-rata kasus baru di asrama pekerja migran per harinya telah meningkat signifikan menjadi 260 kasus per hari dalam sepekan terakhir. Jumlah tersebut jauh melesat dibandingkan rata-rata kasus baru per harinya sebanyak 48 pada minggu lalu.

Untuk menekan penularan virus SARS-Cov-2 pekan lalu pemerintah mengumumkan rencana untuk memindahkan para pekerja asing ke lokasi lain seperti kamp militer dan apartemen kosong milik pemerintah.

Pekerja migran yang rata-rata berasal dari Asia Selatan mengeluhkan kesulitan menerapkan kebijakan untuk menjaga jarak sosial (social distancing) karena harus berbagi satu ruang sempit dengan 12 orang.

Sejumlah banyak pihak memprotes perlakuan pemerintah yang dinilai mendiskreditkan puluhan ribu pekerja asing di tengah pandemi virus corona. Sebagian besar penghuni asrama bekerja sebagai pekerja konstruksi yang berpenghasilan sekitar US$400 hingga US$500 per bulan. 

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Mancanegara

19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia

Mancanegara

Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja

Mancanegara

Kecamatan Tenayan Raya dan Lintas Sektor Bagikan Ribuan Masker

Mancanegara

Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan

Mancanegara

Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba

Mancanegara

Dewan Pengurus Korpri Inhil 2026-2031 Dikukuhkan