Pelaku Teror Pocong di Kulim Diamankan Polisi Tak Benar, Ternyata ODGJ

Redaksi - Kamis, 04 Juni 2026 11:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/06/_1040_Pelaku-Teror-Pocong-di-Kulim-Diamankan-Polisi-Tak-Benar--Ternyata-ODGJ.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Informasi yang menyebut seorang pelaku prank pocong diamankan polisi di Kecamatan Kulim Pekanbaru, dipastikan tak benar. Pria yang kini ramai dibicarakan di sosial media itu ternyata ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni menjelaskan, pria itu diamankan pada Selasa (2/6/2026) malam. Dia dicurigai hendak mencuri di rumah warga.

"Memang ada warga yang mengamankan seorang pria di depan Agro Wisata Pelangi, Kelurahan Mentangor. Dia dicurigai hendak mencongkel salah satu rumah warga. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan merupakan ODGJ," kata Kapolsek, Rabu (3/6/2026).

Selain isu pria yang disebut sebagai pocong, polisi juga menerima laporan masyarakat terkait dugaan teror pocong melalui layanan Call Center Polri 110. Laporan itu berasal dari Jalan Kenanga, Kelurahan Sialang Sakti.

Dalam laporannya, warga mengaku melihat seseorang mengenakan kain putih menyerupai pocong yang mengetuk-ngetuk rumah warga pada malam hari. Karena panik, pelapor langsung berteriak dan meminta bantuan warga sekitar.

"Pelapor melihat seseorang menggunakan kain putih mirip pocong mengetuk-ngetuk rumah. Melihat hal itu, pelapor langsung berteriak pocong dan melaporkan kejadian tersebut ke Call Center 110," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Kulim bersama personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan patroli.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati warga sudah berkerumun setelah mendengar teriakan pocong dari salah seorang warga.

"Sesampainya di lokasi ternyata warga sudah ramai berkumpul lantaran mendengar teriakan pocong tersebut," kata Didi.

Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan di sekitar lokasi, petugas tidak menemukan sosok yang dimaksud warga.Polisi bersama warga hanya menemukan selembar kain putih yang tergantung di atas tembok dekat tempat pembuangan sampah.

Menurut keterangan warga setempat, kain tersebut sudah cukup lama berada di lokasi dan bukan merupakan bagian dari aksi teror seperti yang beredar di media sosial.

Meski dipastikan tidak ada teror pocong maupun pelaku yang diamankan terkait isu tersebut, Polsek Kulim tetap meningkatkan patroli di wilayah setempat untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Didi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar, terutama yang berasal dari media sosial. Warga diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam," tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukrim

Diduga Dibunuh Mantan Suami, IRT Bersimbah Darah di Dalam Kamar

Hukrim

Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria

Hukrim

Teror Harimau di Pulau Burung, BBKSDA Riau Pantau Gunakan Drone

Hukrim

Aparat Dituding Manipulasi Informasi Terkait Praperadilan Larshen Yunus

Hukrim

DK PWI Pusat Desak Riau Pos Grup Bayar Hak Eks Karyawan

Hukrim

Dugaan Kriminalisasi Budayawan Rida K Liamsi, LAMR Prihatin