kabarmelayu.com,PEKANBARU -
Narkoba jenis sabu-sabu tampaknya mengalami kelangkaan di Pekanbaru setelah serangkaian razia dan penindakan yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Riau bersama Satresnarkoba Polresta Pekanbaru. Para bandar lebih banyak tiarap dan sembunyi dari gempuran polisi.
Tak disangka, kelangkaan itu justru dimanfaatkan oleh dua remaja, MF (16) dan KZ (15). Keduanya kedapatan menjual paket kristal putih mirip sabu yang ternyata tawas kepada para pemakai barang haram yang tengah panik karena sakau.
Hal itu terungkap saat Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau menggelar patroli dan razia di kampung narkoba tersebut, tepatnya di Jalan Agus Salim Gang Assalam, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Ahad (24/5/2026) malam.
Dalam operasi yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Bagus Faria, polisi selanjutnya mengamankan dua remaja itu. Dari keduanya petugas menyita sembilan paket kecil seberat 2,48 gram. Paket itu dijual kepada para pengguna dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per paket.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, isi plastik itu bukanlah sabi, melainkan tawas yang dikemas menyerupai sabu.
"Dari hasil pemeriksaan laboratorium, barang tersebut dinyatakan negatif narkotika," kata Kompol Bagus, Selasa (26/5/2026).
MF mengaku tawas tersebut memang sengaja dipaketkan untuk menipu pembeli. Sementara KZ mengaku ikut membantu mengedarkan. Hasil penjualan akan dibagi dua.
Keduanya juga mengaku membeli tawas di Pasar Pusat Pekanbaru seharga Rp5 ribu pada Jumat (22/5/2026) lalu dan mengemasnya menyerupai paket sabu untuk dijual kepada pecandu yang datang ke wilayah itu. Aksi itu dilakukan dengan memanfaatkan kelangkaan sabu di Kampung Pangeran Hidayat.
Karena masih di bawah umur dan hasil tes urine dinyatakan negatif narkotika, kedua remaja tersebut akhirnya dipulangkan kepada pihak keluarga untuk pembinaan lebih lanjut.