Keluarga Kecewa, Polres Kuansing Tak Tanggapi Serius Laporan Korban Pengeroyokan

Redaksi - Minggu, 03 Agustus 2025 13:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_756_Keluarga-Kecewa--Polres-Kuansing-Tak-Tanggapi-Serius-Laporan-Korban-Pengeroyokan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Korban pengeroyokan saat menjalani perawatan.(Foto: Ist)
KUANSING - Setelah lima bulan berlalu laporan kasus pengeroyokan terhadap Andrian Kusva warga Kopah (25) ke Polres Kuantan Singingi (Kuansing), hingga detik ini belum ada kejelasan. Keluarga korban merasa pihak penegak hukum tak serius menangani kasus ini.

Orang tua korban, Yusman, kepada riaueditor.com, Ahad (3/8/2025) mengeluhkan lambannya pihak Polres dalam menangani kasus yang diduga dilakukan oleh YG dan HR itu. Padahal pihaknya telah melapor pada 16 April 2025 lalu.

Dituturkan, akibat pengeroyokan tersebut, anaknya mengalami lebam di wajah, mata bengkak, bibir pecah, bengkak di bagian belakang kepala. Bahkan saat diantar ke rumah sakit Jonaris, korban dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Saya cuma mau ada kejelasan hukum, kenapa laporan saya tidak ditanggapi, padahal sudah 5 bulan berlalu atau sejak 16 April 2025 hingga sekarang," ungkap Yusman.

Yusman mengaku, keluarga korban sudah berulang kali dipanggil dan diminta keterangan. Keluarga korban juga telah menanyakan perkembangan kasus ini. Penyidik saat itu menjawab sedang di proses.

"Anehnya tersangka dan keluarga santai saja seolah tidak ada masalah," tukas Yusman.

Maka itu, menurut Yusman tidak salah jika masyarakat awam berfikir ada sesuatu yang tak beres di balik kasus ini. Wajar jika masyarakat menduga masih ada oknum polisi tidak bekerja profesional.

Sebelumnya, kejadian berawal dari perselisihan di salah satu warung di Teluk Kuantan. Singkat cerita ketika korban hendak sama-sama mau pulang dengan pelaku dari warung, terjadi perselisihan dengan salah seorang pelaku pengeroyokan, HR. Saat itu baju korban ditarik yang menyebabkan korban luka pada bagian lutut.

Korban yang merasa terluka, membela diri dan memukul HR tepat pada bagian wajah. Namun saat itu keduanya sudah didamaikan oleh pemilik warung.

Tidak puas dengan perdamaian yang disepakati, HR menghubungi temannya, YG. Keduanya sepakat menunggu korban saat melintas di depan Masjid Alhamdi (dekat rumah mantan Bupati Kuansing Mursini) Teluk Kuantan. Di lokasi inilah terjadi pengeroyokan terhadap korban.

"Hingga saat ini laporan kami belum ada kejelasan," lanjut Yusman lagi.

Sementara itu, di pihak Polres Kuansing yang diolkonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Ahilton hingga berita ditayangkan belum memberikan jawaban.(RA)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukrim

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Hukrim

Pelaku Penikaman Badut di Marpoyan Serahkan Diri ke Polisi

Hukrim

Badut Pengamen di Marpoyan Ditikam, Usus Terburai

Hukrim

Kasus Pembacokan Mahasiswi di Kampus UIN Suska Riau, Direncanakan Sejak November Lalu

Hukrim

Kondisi Mahasiswi yang Dibacok di Lingkungan Kampus UIN Suska Pekanbaru Berangsur Stabil

Hukrim

Mahasiswi Dibacok di Kampus UIN Pekanbaru, Pelaku Diduga Mantan Pacar