PEKANBARU– Setelah hampir satu bulan menggelar operasi Antik Lancang Kuning 2024 yang digelar Polda Riau, Direktorat Reserse
Narkoba (Ditres
Narkoba) Polda Riau menemukan pelaku kejahatan penyalahgunaan narkoba terbanyak berasal dari kalangan wiraswasta. Sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) paling sedikit.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Manang Soebeti, SIK, M. Si mengatakan, dalam jangka waktu 22 hari, Ditresnarkoba dan jajaran berhasil mengamankan 485 pelaku.
"Total jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 485 pelaku, terdiri dari 466 orang laki-laki, dan 19 orang perempuan," katanya saat ekspose hasil operasi antik di Media Center Polda Riau, Senin (5/8/2024).
"Pelakunya dari berbagai kalangan, ada wiraswasta, pengangguran 87 orang, buruh 35 orang, pelajar 25 orang, petani 62 orang, swasta 42 orang, mahasiswa 17 orang, ibu rumah tangga 11 orang, dan ASN 3 orang," Manang menjelaskan.
Ia mengungkapkan, dari sejumlah barang bukti yang disita, sabu menjadi langganan para pelaku kejahatan, yaitu sebanyak 20,30 kg.
"Barang bukti yang berhasil disita terdiri dari sabu sebanyak 20,30 kg, ekstasi 778 butir, ganja 5,14 kg, Happy Five sebanyak 10 butir, dan uang tunai kurang lebih sebesar Rp148,7 juta," ungkap Manang.
Kombes Manang menerangkan, secara kuantitas pelaksanaan operasi telah melebihi target yang ditetapkan, yaitu sebanyak 21 kasus.
"Total kejahatan yang berhasil diungkap adalah sebanyak 30 kasus, artinya sudah melebihi target pelaksanaan operasi yang ditetapkan. Sedangkan yang non taget operasi sebanyak 312 kasus," terangnya.