Menguak Suku Kanibal Pemakan Manusia di Pelosok Papua

Harijal - Minggu, 08 Januari 2017 09:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/b6c118012017_sukukanibal.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
capture youtube Suku Korowai di pedalaman Papua.

RIAU - BEBERAPA waktu lalu, masyarakat Indonesia digemparkan dengan kasus Sumanto, pemakan daging manusia (kanibal) yang sudah mati. Tapi tahukah Anda bahwa kanibalisme di nusantara sudah eksis sejak lama.

Dalam berbagai sumber literatur, catatan tentang kanibalisme di nusantara pernah dikisahkan penjelajah asal Italia Marco Polo, kala bertualang ke kepulauan yang pada 17 Agustus 1945 resmi berbentuk Republik Indonesia.

Tepatnya pada tahun 1292, Marco Polo mencatatkan ada masyarakat Kanibal di Pidie, Aceh. Biasanya, manusia yang disantap itu sudah sakit parah dan takkan bisa disembuhkan.

Lalu ada hasil penelitian arkeolog Friedrich Schintger yang menemukan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Poili, Padang Lawas. Masyarakatnya memuja dewa-dewa dengan mencabut jantung manusia dan darahnya diminum hingga habis.

Tapi ternyata di zaman yang sudah modern, di Indonesia masih ada suku kanibal di Bumi Cendrawasih �" Papua. Yang dimaksud adalah Suku Korowai yang baru diketahui keberadaannya pada tahun 1980-an.

Suku kanibal ini tinggal di rumah-rumah di atas pohon dan hampir terisolasi dari dunia luar. Kisah tentang suku ini juga pernah dikisahkan Paul Raffaele, jurnalis Australia yang menuliskan feature ini di smithsonianmag.com, bertajuk ‘Sleeping with Cannibals’

Namun jangan bayangkan bahwa Suku Korowai ini seperti yang ada di film-film, di mana suku kanibalnya sangat buas dan lapar dengan daging manusia. Mereka hanya memakan daging manusia karena alasan tertentu.

Yang dimaksud adalah “Khahkua”. Artinya, warga yang merupakan dukun, ahli sihir, serta mereka yang kehidupannya menyimpang dari adat istiadat Suku Korowai.

Para Khahkua ini sering diburu dan jika tertangkap, dia akan diadili. Setelah terbukti, sang pelaku akan dibunuh dan disantap seluruh masyarakat Suku Korowai sebagai bentuk hukuman.

(okezone/rec)

 

Berita Terkait

Features

Operasi Gabungan di Kampung Narkoba Pekanbaru, Enam Pria Terjaring

Features

Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026

Features

Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau

Features

10 ASN Siak Dipecat, 14 Lainnya Dapat Award

Features

Rotasi Jabatan Strategis TNI, Dua Jenderal TNI Emban Amanah Baru

Features

IKTA Cup 2026 Diikuti 44 Tim Voli Pelajar se-Riau