Potensi Wisata Sejarah dan Budaya Riau Akan Terbuka, Melalui Promosi

Harijal - Kamis, 15 Desember 2016 18:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/12/2fb39d122016_rostiulipurba.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Senator Riau, Rosti Uli Purba. (istimewa)

JAKARTA, kabarmelayu.com - Potensi wisata Riau tidak bisa dianggap sebelah mata, namun demikian kenyataannya berbagai objek dan destinasi belum terkelola dengan baik. Padahal Pemerintah Provinsi Riau, melalui Disparekraf sudah gencar melakukan promosi.

Dan menurut Senator Riau, Rosti Uli Purba kendala utamanya adalah masalah insfratuktur. Akses ke lokasi-lokasi objek wisata kata dia masih jauh dari kata bagus. "Kendala berikutnya, sesuai penjelasan Dirjen Bina Marga dari KemenPUPR tadi, bahwa Riau itu tekstur tanahnya susah dengan adanya gambut yang tebal. Makanya perlu dana yang tidak sedikit," katanya, Kamis (15/12/2016) usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung DPR/MPR RI.

Namun demikian kata dia, pihaknya selaku anggota DPD RI, akan terus mengawal dan membantu supaya Pemerintah Pusat bisa mengalokasikan anggaran pembangunan khususnya jalan-jalan nasional dan akses ke destinasi wisata.

"Kita patut beryukur, karena tahun 2017 pihak KemenPUPR sudah menganggarkan dana untuk Pulau Rupat dan Kuala Enok. Ini kita apresiasi, kenapa? Karena perlu diketahui, era Gubernur Rusli Zaenal, Kuala Enok adalah daerah yang digadang-gadangkan bakal menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara ke Riau. Apalagi Riau ini banyak sekali destinasi-destinasi wisata sejarah lo, sebut saja Siak, Rohul, Kampar, Kuansing, Inhil, Inhu, Pelalawan semua bisa dikembangkan dengan adanya peninggalan-peninggalan bersejarahnya," papar Uli Purba.

Dirinya juga mengapresiasi pihak Kementerian Pariwisata yang dianggapnya sudah mulai mensuport wisata Riau. "Bantuan Kemenpar cukup besar, jangan dilihat dari dana yang diberikan, tapi dari publikasi dan promosi saya angkat jempol. Karena kalau dinilai dengan uang, biaya promosi itu miliaran lo," paparnya.

Namun demikian kata dia, selain DPD RI, pihak pemerintah Provinsi Riau dan Pemkab masing-masing, harus terus menggenjot dunia pariwisata yang ada. "Jadi jangan terlena dan hanya mengharap dana APBN atau ABPD, Dinas Pariwisata harus kreatif, ajak pihak swasta, gandeng para pelaku usaha yang ada, maka yakinlah, Riau akan lebih bersinar dibanding wisata daerah lain. Bayangkan, warga Riau saja, kalau liburan lebih pilih ke Singapura, Malaysia, Sumbar atau Pulau Jawa, kenapa? Ya karena akses tadi. Makanya kalau sudah dikelola dengan baik, semua akses terbuka jangankan warga Riau, orang luar negeri juga bakal datang," katanya.

Apa yang ia katakan bukannya tanpa alasan, karena menurutnya, jumlah destinasi maupun iven di Riau, lebih banyak dan lebih beragam dibanding Provinsi lain.

 

 

(gonews.com)

Berita Terkait

Features

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Features

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Features

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Features

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Features

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Features

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026