Literasi Harus Diajarkan Sejak Usia Dini

Harijal - Rabu, 01 Desember 2021 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/12/43fbc2122021_literasiharusdiajarkansejakusia.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi: Gedung Perpustakaan Soeman HS di Pekanbaru, Riau

PEKANBARU - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Deni Kurniadi menyampaikan bahwa literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. 

Untuk itu, ia mengharapkan literasi harus diajarkan dan ditumbuhkembangkan sejak usia dini. Karena menurutnya, rendahnya literasi akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa yang akan datang.

"Literasi dipahami sebagai kedalaman pengetahuan dari seseorang terhadap subjek ilmu pengetahuan dan Perpusnasl mengusung lima tingkatan literasi," ucapnya, dalam acara 20 tahun kiprah Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca secara virtual, Selasa (30/11/21).

Deni Kurniadi menjelaskan, ada lima tingkatan literasi versi Perpusnas, yaitu kemampuan baca, tulis, hitung, sains dan pembentukan karakter anak bangsa. Selanjutnya, akses bahan bacaan terjangkau yang akurat terkini terlengkap dan terpercaya.

Berikutnya, memahami apa makna yang tersirat dari yang tersurat, memiliki mental yang kuat karakter, yang tangguh, inovasi, kreativitas sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat.

"Tingkatan terakhir adalah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang dan jasa yang dapat digunakan dalam kompetisi global," ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan dunia dan arus teknologi informasi komunikasi menuntut siapapun harus mempunyai kualitas yang lebih baik agar mampu berkompetisi, cakap dan berakhlak.

Jelasnya, setiap bangsa harus dapat memberikan ilmu pemikiran dan penemuan-penemuan yang bermanfaat untuk bisa berkompetisi dengan bangsa lain. Oleh sebab itu masyarakat perlu dibangun kesadarannya agar selalu meningkat gemar membaca dan kemampuan literasi sejak usia dini.

"Anak usia dini 0-6 tahun sering disebut sebagai masa emas, di mana otak anak mengalami perkembangan paling cepat. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencapai 80%, sisanya ketika mereka dewasa, dan otak merupakan kunci utama bagi pembentukan kecerdasan anak," tutup Deni Kurniadi.

Berita Terkait

Features

Sisir Sarang Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan Tiga Pria Positif Metamfetamin

Features

Hujan Petir dan Angin Kencang Landa Pekanbaru, 11 Pohon Tumbang

Features

AKP Noki Pimpin Tim Gabungan Gempur Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru

Features

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Aiptu Andi Hidayat Pantau Perkembangan Jagung Petani Dumai

Features

PERHATI-BKL Gelar Pelatihan Dokter Cilik di UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun

Features

Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi