Pemko Tak Tegas, Pasar Tradisional Menanti Ajal

Harijal - Kamis, 16 Januari 2020 11:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/01/8c46bb012020_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ketua I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Pekanbaru, Indra Yudha.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Walikota Pekanbaru dinilai tak serius dalam menertibkan keberadaan pasar ilegal dan pasar kaget yang kian marak di Pekanbaru. Bahkan Pemko Pekanbaruseperti membiarkan para pedagang di pasar tradisional mati secara perlahan.

Ketua I Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesi (APPSI) Kota Pekanbaru, Indra Yudha, Kamis (16/1) menyampaikan, kian sepinya kondisi pasar-pasar tradisional di Pekanbaru belakangan ini disebabkan semakin banyaknya pasar-pasar kaget. Disayangkan, Pemko Pekanbaru seperti tak peduli dengan nasib pasar tradisional yang kian terpuruk. Bahkan, DPRD Kota Pekanbaru pun tak bisa berbuat banyak.

Saat ini pasar tradisional yang telah dimoderenkan oleh Pemko, kehilangan fungsi sebagai tempat jual beli. Kehadiran pasar kaget yang dekat dengan pemukiman masyarakat, otomatis menjadi pilihan warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

"Kita sangat berharap Pemko Pekanbaru dan pemegang kebijakan serius untuk menertibkan pasar kaget dan mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai tempat jual beli masyarakat. Matinya pasar tradisional ini terjadi di semua pasar yang ada di Pekanbaru," kata Indra.

Anehnya, kondisi seperti ini hanya terjadi di Kota Pekanbaru saja. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang tak ada pasar kaget, minat warga mengunjungi pasar-pasar tradisional tetap ramai seperti biasa.

APPSI Pekanbaru menyadari bahwa pedagang pasar kaget umumnya juga merupakan pedagang dari pasar-pasar tradisional. Mereka mau tak mau harus jemput bola dengan membawa dagangan ke pasar kaget, karena warga yang memang ingin dekat, praktis dan tak repot.

Pada dasarnya, pasar kaget tidak memberikan kontribusi apapun bagi pemerintah, seperti pungutan retribusi dan sebagainya. "Justru yang diuntungkan adalah oknum-oknum pengelolanya. Sementara pasar tradisional yang jelas-jelas berkontribusi seperti sengaja dimatikan. Ini tentu menjadi tanda tanya bagi kita, ada apa dengan Pemko dan Walikota," tambah Indra lagi.

APPSI Pekanbaru mewakili para pedagang sebenarnya telah beberapa kali mengadukan masalah ini DPRD Pekanbaru. Bahkan setelah beberapa kali hearing, hingga detik ini tetap tak ada solusi jelas. Nasib pasar tradisional semakin menyedihkan. para pedagang menunggu ajal.

Pernah ada anggota DPD RI yang melakukan kunjungan dinas ke pasar tradisional, etapi hanya mendengarkan keluhan pedagang saja. Hingga saat ini juga tak pernah ada solusi.

Sebut saja Pasar Sail di Jalan Hangtuah, merupakan salah satu pasar tradisional di Pekanbaru  yang kondisinya cukup menyedihkan. Saat ini lebih dari 60 persen kios dan los ditinggal oleh pedagang. Seperti 25 los untuk pedagang ikan dan daging, saat ini yang terisi hanya 6 saja. Selebihnya sudah ditinggal pedagang.

Lebih miris lagi dengan keadaan pasar Rumbai, di mana pada lantai dua saat ini telah kosong tak ada aktifitas jual beli.(Andi)

Berita Terkait

Ekbis

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Ekbis

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Ekbis

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Ekbis

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Ekbis

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Ekbis

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru