Pemerintah Bidik Porsi Ekspor UMKM Naik Dua Kali Lipat 2024

Harijal - Jumat, 20 Desember 2019 15:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/4e9a09122019_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/ M. Arby Rahmat).
Pemerintah bidik porsi UMKM terhadap ekspor meningkat dua kali lipat pada 2024.

JAKARTA - Pemerintah menargetkan sumbangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kepada pasar ekspor meningkat dua kali lipat pada 2024.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan kontribusi UMKM pada pasar ekspor baru 14,5 persen. Sementara, 85,5 persen pasar ekspor disumbang oleh perusahaan-perusahaan besar.

"Kami sedang pelajari, memang harapan kami 2024 jadi dua kali lipat dari sekarang," katanya, Jumat (20/12).

Guna mencapai target pertumbuhan itu, ia bilang, sektor UMKM membutuhkan sebuah ekosistem. Rencananya, pemerintah akan memanfaatkan peran PT Sarinah (Persero) sebagai agregator sekaligus pusat pemasaran (trading house) untuk produk UMKM.

"Kami kemarin sudah coba membuat satu penyederhanaan. Nanti untuk produk UMKM kami akan membuat kantor bersama untuk ekspor, jadi semua perizinan, sertifikasi, dan pembiayaan ekspornya di situ," ucapnya.

Selain itu, ia mengaku akan memaksimalkan peran teknologi digital untuk perluasan pasar produk-produk UMKM. Harapannya, produk-produk UMKM tidak hanya beredar di pasar domestik tapi mampu menembus pasar luar negeri.

Menurut dia, varian produk-produk UMKM Indonesia yang diminati konsumen global mulai bertambah. Misalnya, produk dekorasi rumah, furnitur, kerajinan tangan, hingga fesyen dan makanan halal.

"Jadi kami akan fokus mendorong UMKM seperti itu, bukan hanya keripik, akik, dan batik tapi juga masuk ke komoditas unggul," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku akan mendorong perbankan pelat merah, terutama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dari sisi pembiayaan UMKM. Tak heran, pasalnya, BRI merupakan pemain utama dalam sektor UMKM.

Erick meminta BRI melakukan sinergi dengan Sarinah dari sisi pendanaan maupun kompetensi lainnya.

"Jadi nanti Sarinah itu akan kami jadikan pusat dari UMKM. Kalau nanti dalam negeri sudah baik bukan tidak mungkin Sarinah buka outlet di bandar udara yang jadi pusat tujuan wisata seperti Bali dan Labuan Bajo," ujarnya.

Ia menargetkan sinergi bank pelat merah dengan Sarinah dapat terealisasi pada pertengahan tahun depan.

"Ini saya rasa bisa berjalan, insyaallah pertengahan tahun depan kami launching pada saat Indonesia merdeka 75 tahun itu akan menjadi simbolik," katanya.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Bupati Afni Masuk Potret Ekspedisi 22 Sosok Reset Indonesia

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi

Ekbis

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.

Ekbis

Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang