Cabe dan Bawang Sumbang Inflasi di Riau

Harijal - Kamis, 02 Mei 2019 20:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/05/ad305c052019_img20190502wa0002.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fin/rec

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, dibanding inflasi secara nasional yang hanya 0,44%, Riau mengalami peningkatan inflasi di bulan April sebesar 0,53 persen. Meski demikian secara tahunan inflasi di Riau tergolong rendah yakni hanya 1,64%.

Demikian disampaikan Kabid Statistik Distribusi BPS Provinsi Riau, Agus Nuwibowo didampingi Kabag TU, Tri Wahyu Joko Pratomo didepan puluhan wartawan di kantor BPS Riau Jalan Pattimura, Kamis (2/5/19).

"Bahan makanan memberikan andil besar terhadap inflasi. Di Riau  cabe menyumbang inflasi sebesar 0,13% dan bawang merah 0,12%. Sedangkan untuk komoditi beras selama April mengalami deflasi sebesar 0,07%," ujarnya.

Agus menjelaskan, ada 5 kolompok pengeluaran yang mengalami inflasi, dan 2 kelompok mengalami deflasi. Penyumbang inflasi terbesar untuk April 2019 masih kelompok bahan makanan dengan angka inflasi sebesar 1,82%.

Kelompok lain, yakni makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau andil inflasinya sebesar 0,05%. Lalu kelompok kesehatan inflasi 1,63%, pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasi 0,04%, transpor, komunikasi dan jas keuangan di Riau juga mengalami inflasi 0,28%.

"Sedangkan untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sepanjang April 2019 mengalami deflasi sebesar 0,18% dan sandang juga mengalami deflasi 0,005%. Ini inflasi tertinggi sepanjang 2019, menjelang puasa dan lebaran. Kemungkinan harga-harga akan naik awal Juni. Tapi kalau dilihat year on year (yoy), inflasi secara umum masih terkendali," ujar Agus.

Ia mengatakan, 3 kota di Provinsi Riau yang masuk dalam hitungan inflasi yakni, Kota Pekanbaru sebesar 0,51% dengan inflasi tahun kalender 0,17% inflasi tahunan 1,60%. 

Kemudian Kota Dumai  sebesar 0,35% dengan inflasi tahun kalender 0,07% dan inflasi tahunan 1,60%. Lalu untuk Kota Tembilahan juga mengalami inflasi sebesar 1,06%, dengan inflasi tahun kalender 1,27% dan inflasi tahunan 2,01%. 

Sementara nilai ekspor Riau yang meliputi lemak, kertas minyak, kertas, karton dan bubur kertas mengalami kenaikan dibanding Februari sebesar 4,34 persen atau senilai 967,63 juta US Dollar. Pangsa ekspor Riau masih didominasi Tiongkok dan India.

Sedangkan impor trendnya mengalami penurunan dibanding Februari yakni 3,27 persen atau senilai Rp 98,08 juta Dollar US. (fin)

Berita Terkait

Ekbis

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Ekbis

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Ekbis

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura

Ekbis

Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan

Ekbis

Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI

Ekbis

Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru