Nilai Tukar Petani di Riau Turun 0,20% di Maret 2019

Harijal - Selasa, 02 April 2019 17:19 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/04/bbcc82042019_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Pada bulan Maret 2019, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 96,41 atau turun sebesar 0,20% dibanding NTP Februari 2019 sebesar 96,61. Sementara, NTP Januari 2019 sebesar 95,10.

 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan penurunan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani yaitu sebesar 0,25 persen relatif lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yaitu sebesar 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya. "Sudah beberapa bulan ini, NTP kita selalu di bawah angka seratus. Ini artinya petani kita belum sejahtera. Bulan Maret saja, NTP di Riau malah turun sebesar -0,20 persen," kata Aden di Pekanbaru, Selasa (2/4/2019). Dengan NTP Maret 2019 sebesar 96,41, kata Aden, dapat diartikan bahwa petani secara umum mengalami defisit. Defisit ini terutama terjadi pada petani subsektor peternakan (NTPT= 94,42), subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR= 94,50), dan subsektor hortikultura (NTPH =96,07). Sementara itu, subsektor yang mengalami surplus adalah subsektor perikanan (NTNP=112,24) dan subsektor tanaman pangan (NTPP=101,79). Penurunan NTP di Riau pada bulan Maret 2019 terjadi pada empat dari lima subsektor penyusun NTP, yaitu subsektor tanaman pangan yang turun sebesar -1,46 persen, subsektor perikanan turun sebesar -1,43 persen, dan subsektor hortikultura turun sebesar -1,38 persen, dan subsektor peternakan turun sebesar -0,85 persen. "Sedangkan, NTP subsektor yang mengalami kenaikan hanya subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 0,57 persen," terangnya. Sebagai tambahan informasi, bahwa lima dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera mengalami penurunan NTP, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Lampung, Provinsi Riau, dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Jika dibandingkan dengan NTP Provinsi lain di Pulau Sumatera, Riau menduduki peringkat ke-6 sebagai daerah yang NTP nya turun pada Maret 2019, di bawah Provinsi Lampung, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi Sumatera Barat. (mcr)

Berita Terkait

Ekbis

Hardiknas 2026, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya Tekankan 3M untuk Kemajuan Pendidikan

Ekbis

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Ekbis

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Ekbis

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Ekbis

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Ekbis

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar