Bahan Makanan dan Transportasi Sumbang Inflasi Riau

Harijal - Senin, 01 April 2019 21:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/04/d25cd5042019_untitled18.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fin/rec

PEKANBARU, riaueditor.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2019, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Jika diukur dari tahun kalender Riau masih deflasi 0,29 persen. Sedangkan secara year on year inflasi Riau 1,30, persen.

"Inflasi masih disumbangkan oleh kelompok bahan makanan dan transportasi," kata Kepala BPS Provinsi Riau Aden Gultom di Kantor BPS Riau Jalan Patimura Pekanbaru, Senin (1/4/19).

Ia mengatakan, meski mengalami inflasi namun masih dalam kategori terkendali. 

"Komoditi penyebab inflasi disumbangkan oleh bawang merah, ketupat, lontong, sayur, angkutan udara, udang basah, bawang putih dan mie kering mengalami kenaikan", papar Aden Gultom.

Aden menjelaskan, angkutan udara juga menyebabkan inflasi sampai Maret dengan jumlah 0,02 persen. Ini dipengaruhi oleh beberapa kebijakan maskapai terhadap harga tiket.

Sementara jika dilihat dari kelompok pengeluran, inflasi signifikan dipengaruhi oleh kelompok makanan jadi 0,06 persen. Kalau dilihat pergerakan inflasi dalam 3 tahun belakangan, angka inflasi selalu terjadi pada bulan Maret. Sedangkan pada 2 bulan awal tahun (Januari-Fembruari) Riau cenderung deflasi.

Di Pekanbaru mengalami inflasi 0,09 untuk Maret 2019. Sedangkan Dumai juga inflasi sebesar 0,07, dan Kota Tembilahan  mengalami inflasi 0,38 persen. 

"Untuk di Tembilahan, ini angkanya cukup besar memang," sambungnya. 

Sementara nilai tukar petani, harga gabah dan beras turun menjadi 0,21 persen. Penurunan ini dipicu karena musim panen. Di Riau, 96,41 persen turun 0,20 persen dibanding Februari 2019. 

Sedangkan ekspor Riau Februari 2019 senilai 927,48 juta US dollar turun 6,21 dibanding Januari. Total ekspor 0,93 miliar dollar, non migas 0,85 miliar dollar. 

Barang impor Riau juga mengalami penurunan. Februari impor Riau yang meliputi pupuk kayu dan barang lainnya senilai 113,13 juta US dollar dan non migas 111,20 dollar. (rls/fin)

Berita Terkait

Ekbis

Hardiknas 2026, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya Tekankan 3M untuk Kemajuan Pendidikan

Ekbis

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Ekbis

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Ekbis

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Ekbis

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Ekbis

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar