BPS Sebut Nilai Impor Riau Turun 47,91 Persen

Harijal - Rabu, 15 Agustus 2018 04:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/08/98da13082018_0000medium_8812ec082018_ilustrasi_pemeggang_saham.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Nilai impor Riau bulan Juni 2018 mencapai US$ 79.20 juta atau mengalami penurunan sebesar 47,91 persen dibanding nilai impor Mei 2018 yang mencapai US$ 152.04 juta. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya impor migas dan non migas masing-masing sebesar 96,53 persen dan 34,39 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Aden Gultom mengatakan penurunan impor non migas Juni 2018 terhadap bulan sebelumnya terjadi pada tujuh golongan barang, yang terbesar antara lain Pupuk sebesar US$ 31.12 juta, Mesin-mesin/Pesawat Mekanik sebesar US$ 4.77 juta, Bahan Kimia Organik sebesar US$ 2.55 juta, dan Bahan Kimia Anorganik sebesar US$ 2.30 juta.

"Sedangkan peningkatan impor non migas terjadi pada tiga golongan barang, yaitu Bubur Kayu (Pulp) sebesar US$ 1.34 juta, Kayu, Barang dari Kayu sebesar US$ 0.88 juta, dan Hasil Penggilingan sebesar US$ 0.59 juta," ujar Aden.

Sementara itu, lanjut Aden, selama Januari-Juni 2018, nilai impor Riau mencapai US$ 806.57 juta atau mengalami kenaikan sebesar 48,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang besarnya US$ 544.92 juta.

"Peningkatan impor ini disebabkan oleh naiknya impor migas dan impor non migas masing-masing sebesar 11,84 persen dan 58,83 persen," ujar Aden.

Dijelaskan Aden, Impor non migas selama Januari-Juni 2018 didominasi oleh Mesin-mesin/Pesawat Mekanik US$ 243.79 juta (36,59 persen), kemudian Pupuk sebesar US$ 122.58 juta (18,40 persen), Bubur Kayu (Pulp) US$ 64.11 juta (9,62 persen), serta Bahan Kimia Organik US$ 33.60 juta (5,04 persen) dengan kontribusi keempatnya mencapai 69,65 persen.

Secara keseluruhan, impor 10 golongan barang utama non migas pada periode Januari-Juni 2018 memberikan kontribusi sebesar 85,89 persen terhadap total impor non migas Riau. Sementara itu, kontribusi impor non migas di luar 10 golongan barang utama sebesar 14,11 persen.

"Dari sisi pertumbuhan, impor 10 golongan barang utama pada Januari-Juni 2018 mengalami kenaikan sebesar 72,92 persen terhadap periode yang sama tahun 2017," pungkasnya. (mcr)

Berita Terkait

Ekbis

Polda Riau Raih Penghargaan Tertinggi Nugraha Sakanti dari Presiden

Ekbis

Kasus Kematian Perempuan di Kandis Diusut Intensif, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi

Ekbis

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.

Ekbis

Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang

Ekbis

Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis