Teknologi EOR Bantu Pengambilan Minyak di Blok Rokan

Harijal - Sabtu, 04 Agustus 2018 21:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/08/3789ce082018_00000274960001533393092830556.jpeg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Antara
Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8).

Teknologi EOR dibutuhkan untuk dua lapangan besar yaitu Minas dan Duri

JAKARTA - Geologiwan Rovicky Dwi Putrohari mengatakan, teknologi  Enhanced Oil Recovery (EOR) harus dilakukan di Blok Rokan. Jika tidak, maka minyak akan sulit diambil karena seolah-olah ‘lengket’ di bebatuan.

“Jadi teknologi ini memang sangat dibutuhkan, terutama untuk dua lapangan besar yaitu Minas dan Duri. Dengan EOR maka minyak menjadi lebih cair dan lebih mudah dialirkan,” kata Rovicky dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (4/8).

Di Blok Rokan, saat ini terdapat dua metode EOR yang dipakai. Pertama dengan mempergunakan air biasa yang dimasukkan ke dalam injection atau dikenal sebagai waterflooding. Kedua, dengan mempergunakan uap dan dikenal sebagai steamflooding.

Kedua metode tersebut, menurut Rovicky, sama-sama dibutuhkan, tergantung jenis minyak dan bebatuan. Untuk jenis minyak yang kental, berat dan mengandung lilin, maka yang dipakai adalah metode steamflooding. Sedangkan untuk minyak biasa yang tidak terlampau kental namun masih tersembunyi di pori-pori, yang dipakai adalah metode waterflooding.

Menyinggung Pertamina sebagai pihak yang akan mengelola Blok Rokan sejak 2021, Rovicky mengaku tidak khawatir. Karena menurutnya, BUMN itu sudah terbiasa menerapkan teknologi EOR di beberapa lapangan. “Secara teknologi, Pertamina mampu. Untuk waterflooding mereka tidak ada masalah sama sekali. Sedangkan untuk steamflooding, harus menyesuaikan,” ujarnya.

Pertamina memang sudah menerapkan dan mengembangkan teknologi EOR. Pengembangan teknologi tersebut dikelola oleh Pertamina Upstream Technology Center (UTC). Di antaranya adalah Pengujian Viskositas Lapangan Bantayan, Formulasi Surfaktan SLS untuk Lapangan Rantau, Pre Feasibility Study CO2 EOR Lapangan Sukowati dan Lapangan Tambun, Pre Feasibility Study Steamflood Lapangan Batang, Implementasi software EOR predictive modeling, dan pengadaan Lab EOR Tahap 2.

Rovicky mengatakan, pengalaman Pertamina dalam menerapkan teknologi EOR  bisa diaplikasikan di Blok Rokan. Hanya saja dia mengingatkan bahwa Pertamina harus cermat serta menyesuaikan dengan karakteristik yang ada.

“Jadi dari sisi knowledge, yes. Terpenting, Pertamina harus memperhitungkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Baik secara geologi maupun jenis minyak. Apalagi, seluruh peralatan dan teknologi tersebut sebenarnya sudah terpasang dan terinstal di lapangan di sana. Jadi Pertamina tinggal menjalankan saja teknologi itu," paparnya.

(republika.co.id)

Berita Terkait

Ekbis

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Ekbis

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Ekbis

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Ekbis

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Ekbis

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Ekbis

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru