PEKANBARU, kabarmelayu.com - Jelang hari raya idul adha, harga sembako mulai merangkak naik. Khususnya bahan-bahan yang tidak tahan lama atau fress good seperti cabe dari harga Rp40 ribu menjadi Rp70 ribu dan bumbu masak lainnya.
Menanggapi masalah rutin tersebut, sekretaris daerah sekda riau Ahmad Hijazi mengatakan, berdasarkan pengamatannya riau bukan daerah surplus sembako tetapi riau mendapatkan sembako terbesar dari daerah sumatera utara dan sumatera barat. Kondisi naiknya harga sembako, menurutnya naiknya harga diakibatkan sitausi dan permintaan yang tidak stabil.
"Di Riau, barang-barang yang tidak bisa dikendalikan yaitu makanan yang tidak tahan lama seperti bumbu masakan serta buah-buahan. Untuk mengantisipasi lonjakan harga itu, Riau harus memiliki pasar induk atau pusat regional yang saat ini masih didiskusikan dengan pihak terkait agar Riau setiap kali ada moment tidak naik," katanya, Kamis (8/9).
Pasar induk dibuat untuk memantau arus suplay yang disebut dengan logistik daerah. Ditegaskan sekda riau, pembuatan pasar induk bukanlah fisik semata. Tetapi sistem juga harus difikirkan karena ada fisik tanpa sistem yang bagus juga tidak akan jalan.
"Sebab perlu adanya identifikasi terhadap pemasok bahan komiditi bahan-bahan yang tidak tahan lama perlu ada," tukasnya.(dea)