LPG 3Kg Di Kampar Capai 35 Ribu per Tabung

Harijal - Sabtu, 04 November 2017 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/11/c6f876112017_00000lpg.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

KAMPAR, kabarmelayu.com - Harga gas LPG ukuran 3Kg di Kecamatan Kampar di tingkat pengecer akhir-akhir mencapai Rp 35 ribu per tabung, itupun susah didapat, untuk mendapatkan di pangkalan dikenakan syarat dan bayar uang muka dan selalu kehabisan.

Salah seorang warga dusun V desa Koto Tibun Kecamatan Kampar, Ani (47 tahun) saat ditemui awak media, Sabtu (4/11/2017) di Km 42 jalan Pekanbaru-Bangkinang saat membawa tabung gas kosong LPG 3Kg, menyampaikan bahwa dirinya sudah seminggu memasak menggunakan kayu bakar.

“Saya sudah cari ke berbagai pangkalan sekitar sini, gas selalu habis dan di pangkalan sudah dipasang merek,” ujarnya.

Dulu, sambung Ani, gas ukuran 3Kg berhari-hari masih tersedia di pangkalan, kok saat ini hanya kisaran 2 hingga 3 jam sudah habis, ada apa ini, tanyanya.

Pihak pangkalanpun telah mengeluarkan syarat kepada konsumen seperti, foto copy kartu keluarga (KK), foto copy kartu tanda pengenal (KTP) dan harus dibayar dimuka untuk mendapat gas elpiji 3Kg, jelasnya.

Dikatakan, di tingkat pengecer gas selalu ada, namun harganya sudah mencapai Rp 35 ribu pertabung, tidak seperti di pangkalan hanya Rp 18.400 pertabung.

Hal senada juga disampaikan oleh Zukri (51 tahun) warga dusun pulau baru Desa Padang Mutung Kecamatan Kampar yang mengatakan, bahwa dirinya baru membeli gas LPG ukuran 3 Kg di tingkat pengecer seharga 35 ribu rupiah pertabung. “Di pangkalan sudah habis, ya terpaksa kita beli di pengecer,” ujarnya.

Sementara itu kepala dinas perdagangan, koperasi dan usaha mikro kabupaten Kampar, Drs. M. Amin Filda kepada awak media, Sabtu (4/11/2017) menyampaikan, banyaknya masyarakat yang memburu LPG 3 Kg, membuat kewalahan dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar dalam mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad Amin Filda kepada wartawan, (04/11) melalui seluler pribadinya mengatakan, bahwa jata LPG 3 Kg untuk Kampar berjalan lancar.  Kabupaten Kampar mendapatkan jata sebanyak 5500 tabung LPG 3 Kg/tahun. Tidak ada masalah dalam penerimaannya.

LPG 3 Kg tersebut distribusikan melalui 9 Agen dan 491 pangkalan. Dan untuk pendistribusian kepada agen dan pangkalan tidak ada masalah. Dan kita mengintruksikan kepada para pangkalan agar menjual gas bersubsidi tersebut sesuai harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan kepada masyarakat miskin dengan melengkapi KTP dan KK nya.

Hanya saja di lapangan, ketika LPG tersebut sampai di pangkalan, maka masyarakat berbondong-bondong menyerbu LPG bersubsidi tersebut. LPG tersebut bahkan ada di borong oleh mereka yang memiliki uang banyak, jelas Amin.

Kepada wartawan Amin juga mengatakan, jika terjadi kelangkaan LPG bersubsidi pada beberapa daerah tertentu, demi membantu masyarakat miskin, maka Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar menggelar operasi pasar. Namun dalam operasi pasar tersebut, yang bisa membeli LPG  3 Kg bersubsidi tersebut hanya mereka yang miskin, ungkap Amin Filda. (sy/rec)

Berita Terkait

Ekbis

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Ekbis

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Ekbis

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Ekbis

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Ekbis

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Ekbis

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru