Babinsa Koramil 07/Reteh Laksanakan Pemberantasan Hama Padi

Harijal - Kamis, 13 April 2017 11:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/117701042017_0000babinsakoramil07rete.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Penrem 031/Wirabima

SEI BATANG, kabarmelayu.com - Kamis (13/04/2017), di Beberapa daerah areal persawahan, khususnya tanaman padi di wilayah kecamatan Sungai Batang saat ini banyak mendapat serangan hama berupa keong jenis siput Murbei, hama ini berbentuk seperti bekicot dan merupakan ancaman para petani.

Puluhan hektar areal persawahan padi di Desa Mugomulyo, Kecamatan Sungai Batang diserang hama jenis keong jenis siput Murbei, hama ini seperti bekicot merusak tanaman padi yang baru berumur 1 bulan. Petani pun harus mengganti dengan bibit padi baru. Jika tidak, mereka khawatir mengalami kerugian besar, karena bisa menyebabkan gagal panen.

Biasannya hama keong ini mulai menyerang tanaman padi umur 1 minggu dan telah berlanjut hingga satu bulan. Selain daun, keong ini juga menyerang batang hingga ke pangkalnya. Kondisi tersebut menyebabkan petani melakukan pemberantasan secara manual dengan cara di ambil satu per satu.

“Musim tanam kali ini memang luar biasa, keong terus beranak dan berkembang biak begitu cepat, serangannya juga sama cepatnya, lihat itu keong menyerang daun hingga batang dan itu terjadi terus menerus,” jelas petani asal Desa Mugomulyo.

Jajaran Kodim 0314/Inhil khususnya para anggota Babinsa yang berada di daerah-daerah yang ada persawahan terjun langsung membantu pemberantasan hama yang membuat was-was para petani tersebut. Berkembangnya populasi keong dengan cara bertelur yang berada di batang ini dibiarkan dalam tempo 1 malan saja, telur langsung menetas dan muncul peranakan keong yang jumlahnya luar biasa.

Herianti menuturkan, dia belum berani memberantas hama keong emas dengan obat khusus atau pestisida. Pasalnya, usia tanaman baru satu bulan. Apabila dipaksa semprot pestisida, dikhawatirkan mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi tersebut. Dengan adanya serangan hama tersebut, Babinsa Serda M Juvri dan instansi terkait,  Camat Sungai Batang, UPTD Perlindungan tanam, dan Dinas TPHP Kab Inhil bersama masyarakat kelompok Japa 1 dengan sigap mengutip keong yang menganggu pertumbuhan tanaman padi. 

Pada penyerbuan kali ini langsung dikomandoi oleh Serda M Juvri berhasil mengumpulkan keong hampir 10 karung, di sela-sela istirahat Babinsa juga menyampaikan, "Kita harus lebih aktif lagi untuk memerangi keong buat hasil yang kita campai sewaktu panen nanti memuaskan, ujarnya.(Penrem 031/Wirabima)

Berita Terkait

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi

Ekbis

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.

Ekbis

Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang

Ekbis

Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis

Ekbis

Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau, Dorong Anggaran Afirmatif

Ekbis

Tak Hanya Suap Jabatan, Bupati Kuansing juga Diduga Terlibat Kasus Pelepasan Kawasan Hutan