Rohil Satu-satunya di Riau yang Menekuni Bisnis Budidaya Kerang

Harijal - Jumat, 10 Maret 2017 20:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/2c0c59032017_0000panenrayakerangjenis.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
dw/rec

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Bupati Rohil, H Suyatno mengatakan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang menekuni bisnis budidaya kerang. Bahkan, Rohil siap menjadi kabupaten percontohan. 

Demikian disampaikan Bupati Suyatno usai panen raya kerang darah (Anadara Granosa) di Kuala Bagan, Kamis (9/3) siang. Menurutnya, saat ini pemasaran kerang asal Rohil juga sudah merambah ke provinsi tetangga, Sumatera Utara. 

Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rohil sudah merealisasikan program budidaya kerang di daerah pesisir pantai. Bahkan, lahan yang disiapkan untuk kegiatan budidaya kerang luasnya mencapai 124,34 kilometer persegi. Lahan seluas 124,34 kilometer persegi itu, dipusatkan digaris pantai mulai dari Kecamatan Pasir Limau Kapas, Bagansiapiapi hingga ke Kecamatan Sinaboi.

Untuk memanfaatkan lahan di garis pantai tersebut, tetap akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Salah satunya, melakukan koordinasi dan kerja sama dengan semua instansi terkait seperti Dinas Kehutanan (Dishut), pihak kecamatan dan aparatur kepenghuluan termasuk masyarakat. Karena, pelaksanaan budidaya kerang tersebut dilakukan oleh masyarakat yang berada di pesisir pantai. 

Sementara, jenis kerang yang bakal dilakukan untuk kegiatan budidaya tersebut yakni jenis Kerang Darah. Kegiatan budidaya itu hanya memerlukan waktu antara empat bulan hingga lima bulan dan langsung bisa dipanen dengan jumlah yang berlipat.

"Kalau kegiatan budidaya kerang itu, kita melakukan sebanyak 10 kilogram, maka bisa menghasilkan sekitar 30 kilogram sampai 40 kilogram. Kalau benihnya kita tebarkan satu ton, jelas hasilnya bisa bertambah," kata Bupati.

Sedangkan harga di pasarannya, khususnya di tingkat pengecer, bisa mencapai Rp12 ribu per kilogram. Apalagi, di kuala Bagansiapiapi yang berada di depan Sungai Rokan, di saat air laut surut. Maka kelihatan ada delta yang kondisinya juga bisa dijadikan tempat budidaya kerang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil juga bakal menjadikan Kecamatan Sinaboi sebagai sentral budidaya kerang. Pasalnya, selain daerahnya memiliki potensi perikanan yang melimpah ruah, juga memiliki potensi kerang yang berkualitas tinggi. Bahkan, pihak kecamatan setempat mengklaim kalau kerang di daerahnya lebih bagus kualitasnya jika dibandingkan kerang yang berada di kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika).

Kepala Dinas Perikanan Rohil, M Amin mengatakan, salah satu tujuan Panen Raya tersebut untuk memberikan motivasi kepada nelayan pembudidaya kerang. "Jadi kita sengaja undang pihak provinsi agar jika ada dana program Provinsi bisa direalisasikan di Rokan Hilir," kata Amin.

Amin menambahkna, kedatangan Kadiskanlut Riau juga terlihat sangat antusias dan akan berupaya memprogramkan serta memperjuangkan dana-dana Provinsi untuk pengembangan kerang di Rokan Hilir.

Ia mengaku, untuk kendala saat ini benih-benih kerang masih berasal dari alam sehingga tergantung dengan kondisi alam. Namun pihaknya sudah berupaya melakukan pembibitan namun belum berhasil. 

"Inilah yang akan terus kita coba sehingga benihnya bisa lebih berkualitas," jelasnya.

Untuk benih terdiri dari dua jenis, diantaranya sebesar Gula Pasir dan Sebesar Biji Kacang. Namun rata-rata saat ini memang benih sebesar gula pasir oleh puluhan pembudidaya kerang. "Jadi panennya tergantung besar bibitnya, bisa 6 atau 9 bulan dan ini bertahap," katanya.

Dinas Perikanan Rohil akan terus melakukan pembinaan terhadap kelompok budidaya kerang sebagai salah satu alternatif jika hasil Ikan sedang mengalamai penurunan. 

"Perikanan Tangkap tetap dijalankan dan budidaya kerang juga jalan, jadi bisa dua-duanya dijalankan," pungkas Amin.(dw)

Berita Terkait

Ekbis

PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi

Ekbis

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.

Ekbis

Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang

Ekbis

Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis

Ekbis

Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau, Dorong Anggaran Afirmatif

Ekbis

Tak Hanya Suap Jabatan, Bupati Kuansing juga Diduga Terlibat Kasus Pelepasan Kawasan Hutan