Kontribusi 14,45 persen Produksi Nasional, Pemprov Dorong Hilirisasi Kelapa di Riau

Redaksi - Rabu, 04 November 2026 12:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/11/_1541_Kontribusi-14-45-persen-Produksi-Nasional--Pemprov-Dorong-Hilirisasi-Kelapa-di-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat pesisir yang bekerja di sektor perkebunan kelapa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong pengembangan hilirisasi kelapa.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D dalam kegiatan The 3rd Bedelau yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau dengan tema "Potensi Hilirisasi Kelapa bagi Perekonomian Riau Makin Beragam" di Kantor Perwakilan BI Riau, Rabu (4/11/2026).

Riau merupakan salah satu sentra utama produksi kelapa di Indonesia dengan kontribusi mencapai 14,45 persen terhadap produksi nasional. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, luas areal perkebunan kelapa di Riau mencapai 440,08 ribu hektare dengan produksi sebesar 411,28 ribu ton.

"Artinya, ketika kita berbicara tentang hilirisasi kelapa, kita juga sedang berbicara tentang ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bekerja dan menggantungkan penghidupannya pada komoditas kelapa," ujar Helmi.

Ia menegaskan, pengembangan sektor kelapa tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Helmi menjelaskan, Riau sebenarnya telah memiliki basis industri pengolahan kelapa yang menghasilkan berbagai produk, mulai dari minyak kelapa, santan, hingga beragam produk turunan lainnya.

Keberadaan industri tersebut dinilai masih perlu dikembangkan agar potensi ekonomi yang dihasilkan dapat dinikmati secara lebih optimal oleh masyarakat, terutama para petani kelapa.

Di sisi lain, Pemprov Riau memahami bahwa pengembangan perkebunan dan industri kelapa masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan secara bersama-sama.

Helmi menyampaikan, salah satu tantangan tersebut adalah kondisi tanaman kelapa banyak yang sudah tua dan rusak, sehingga berdampak terhadap produktivitas perkebunan.

Sementara itu, dari sisi hilir, petani dan pelaku usaha masih menghadapi fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, serta kendala pembiayaan.

"Kita harus memastikan kebun tetap produktif, tata air berjalan dengan baik, petani terlindungi, dan pasar yang jelas," tegas Helmi.

Berbagai aspek tersebut perlu menjadi perhatian agar pengembangan komoditas kelapa dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Ia berharap kajian yang dibahas dalam kegiatan The 3rd Bedelau dapat menjadi pijakan bagi seluruh pemangku kepentingan yang hadir dalam merumuskan langkah strategis pengembangan hilirisasi kelapa di Riau.

Pemprov Riau berharap hasil kajian dan diseminasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, khususnya petani kelapa. Sehingga, potensi besar komoditas kelapa dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Perkebunan Kelapa di Inhil Terbakar, Tim Berjibaku Lakukan Pemadaman

Ekbis

Pemerintah Harus Turun Tangan Selesaikan Kasus Petani Kelapa Inhil dengan PT. IGJA

Ekbis

Hilirisasi Kopi, Nilai Tambah Harus Diperbesar, Petani dan Pengusaha harus Untung

Ekbis

Komitmen Hilirisasi Industri, IKPP Perawang Raih Peringkat 1 Investasi Hilirisasi Kategori PMA di Riau 2026

Ekbis

Persoalan Kelapa Inhil Bukan Sekadar Hilirisasi dan Ekspor

Ekbis

Nilai Kelapa Inhil Anjlok, Pemerintah Diminta Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor