Digitalisasi UMKM, Perluas Pasar dan Tingkatkan Daya Saing

Redaksi - Sabtu, 10 Oktober 2026 12:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/10/_1794_Digitalisasi-UMKM--Perluas-Pasar-dan-Tingkatkan-Daya-Saing.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kunker Komisi VII DPR RI mengenai arah kebijakan dan pemberdayaan UMKM serta kewirausahaan di Sulawesi Selatan.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,SULSEL – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, mendorong penguatan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi digital.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Hendry Munief pada kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI mengenai arah kebijakan dan pemberdayaan UMKM serta kewirausahaan di Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).

Digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Pemanfaatan teknologi digital perlu diiringi pengembangan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar agar UMKM mampu tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.

"Berdasarkan data dari Kementerian UMKM, sebanyak 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026. Sementara itu, 56,2 persen UMKM belum terintegrasi dengan ekonomi digital." terang Hendry Munief.

Data tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku UMKM. Digitalisasi diharapkan dapat membantu pelaku usaha memasarkan produk secara lebih efektif, menjangkau konsumen baru, serta membangun jaringan pemasaran yang tidak terbatas pada wilayah tempat usaha beroperasi.

"Mengutip data Google, Temasek, dan Bain yang mencatat nilai bruto ekonomi digital Indonesia atau gross merchandise value (GMV) mencapai US$100 miliar pada 2025. Perkembangan ini menjadi gambaran besarnya peluang pasar digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM." tegasnya.

Selain digitalisasi pemasaran, pengembangan kapasitas usaha dan inovasi produk menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing. Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas usaha, serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.

Dia menyebut, Kementerian UMKM juga menyoroti pentingnya perluasan akses pasar melalui fasilitasi pameran, festival, promosi usaha, dan business matching. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra bisnis, distributor, serta perusahaan yang berpotensi mendukung pengembangan usaha.

Dalam pengembangan kemitraan, Kementerian UMKM mendorong keterhubungan pelaku usaha dengan BUMN melalui Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM), serta perusahaan swasta dan jaringan ritel modern. Upaya tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi produk UMKM untuk memasuki pasar yang lebih luas.

"Tidak kalah pentingnya, Akses pasar internasional juga menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM. Fasilitasi kurasi produk, lokakarya mengenai regulasi luar negeri menjadi sejumlah bentuk dukungan yang disebut dalam materi untuk membantu usaha menengah yang berorientasi ekspor." usulnya.

Pengembangan usaha turut diarahkan melalui peningkatan kapasitas, inkubasi, penguatan potensi unggulan daerah, dan pendampingan berkelanjutan sesuai kebutuhan pelaku UMKM. Pendekatan ini penting agar digitalisasi dan perluasan pasar berjalan seiring dengan kesiapan usaha dalam memenuhi permintaan konsumen.

Dia berharap, melalui penguatan digitalisasi, inovasi produk, pendampingan, dan kemitraan, UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas jangkauan pemasaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis yang Berdampak Bagi Masyarakat Sekitar

Ekbis

Dari Dumai Tembus Pasar Dunia, KADIN dan Bea Cukai Dorong UMKM Go Export

Ekbis

Pameran Kriyanusa 2026, Dekranasda Bengkalis Dukung Perajin Naik Kelas

Ekbis

Dukung UMKM, Babinsa 0321- 05/RM Bantu Pembuatan Kerupuk di Desa Bangko Sempurna

Ekbis

Markarius: Pemko Pekanbaru Komit Perkuat Ekosistem UMKM

Ekbis

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal