Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi

Redaksi - Jumat, 02 Oktober 2026 09:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/10/_9839_Inflasi-Riau-September-2026-Capai-2-79-Persen--Kampar-Tertinggi.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Int)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Riau pada September 2026 sebesar 2,79 persen. Angka tersebut berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 114,27.

Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan inflasi tahunan tersebut terjadi di seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Riau.

"Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 2,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,27," kata Fitri, Kamis (1/10/2026).

Fitri menyebutkan, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kampar dengan angka 3,21 persen dan IHK sebesar 116,01. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Dumai sebesar 2,35 persen dengan IHK 114,31.

Menurut Fitri, kenaikan harga sepanjang periode tersebut tercermin dari meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran."Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," ujarnya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,26 persen. Berikutnya kelompok transportasi sebesar 4,74 persen dan kelompok kesehatan sebesar 3,28 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami kenaikan sebesar 3,17 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 2,49 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,08 persen.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan 2,01 persen. Kelompok pendidikan naik 1,64 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,52 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,74 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,48 persen.

Selain secara tahunan, BPS juga mencatat perkembangan inflasi Riau berdasarkan periode bulanan dan sepanjang tahun berjalan.

"Secara month to month (m-to-m) pada September 2026 Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,64 persen, dan secara year to date (y-to-d) Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 1,84 persen," kata Fitri.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

BBM Nonsubsidi Sumbang Inflasi Terbesar di Pekanbaru

Ekbis

April 2026, 38 Provinsi Mengalami Inflasi

Ekbis

Asisten II Setdakab Inhil Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2026

Ekbis

Hadapi Potensi Gejolak Harga Jelang Ramadan, Pemprov Riau Tekankan Daerah Lebih Responsif

Ekbis

Pemprov Riau Datangkan Cabai Merah Dari Jawa

Ekbis

Tekan Inflasi, Satu Ton Cabai Merah Didistribusikan di Lima Pasar di Pekanbaru