Melemah, Rupiah Mendekati Level Rp17 ribu/Dolar AS, Menkeu Purbaya Janji Perbaikan

Redaksi - Rabu, 14 Januari 2026 14:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/01/_9526_Melemah--Rupiah-Mendekati-Level-Rp17-ribu-Dolar-AS--Menkeu-Purbaya-Janji-Perbaikan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Antara)
kabarmelayu.comJAKARTA - Nilai tukar rupiah mengalami tren pelemahan mendekati level Rp17 ribu per dolar AS. Merespons kekhawatiran publik, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, akan ada perbaikan setidaknya dalam dua pekan ke depan.

Dikutip dari Bloomberg, pada Rabu (14/1/2026) siang WIB, rupiah terpantau melemah menuju level Rp 16.863 per dolar AS. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Garuda terus tertekan.

Purbaya mengatakan, persoalan rupiah sejatinya merupakan ranah Bank Sentral alias Bank Indonesia (BI). Namun, dari kacamata fiskal, ia memandang, rupiah bisa ikut menguat seiring dengan perekonomian yang diusahakan membaik.

"Kalau rupiah kan urusan Bank Sentral. Tapi begini, kalau nanti ekonominya membaik, terus harusnya rupiah akan menguat juga, hampir otomatis. Kenapa? Karena orang (pemilik) modal Asia akan masuk ke tempat atau negara yang menjanjikan pertumbuhan yang lebih tinggi," ujar Purbaya kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Pada kuartal keempat 2025, Purbaya memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai sekitar 5,45 persen. Dia pun optimistis pada 2026, ekonomi akan tumbuh lebih tinggi menuju 6 persen. Hal itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, diyakini nilai tukar rupiah juga membaik.

"Tahun ini mungkin kita bisa tumbuh ke arah 6 persen, kita akan dorong ke arah sana, jadi enggak usah takut, fondasi kita kuat, rupiah akan masuk (kuat) karena modal akan masuk ke sini, dan orang Indonesia yang menyalurkan uangnya ke luar negeri juga akan balik. Kenapa? Karena orang Indonesia enggak bisa berbisnis di luar negeri, mereka enggak biasa bersaing sehat di sana," terang Purbaya.

Berdasarkan pemikirannya, membaiknya kondisi ekonomi dengan indikasi banyaknya modal asing masuk ke dalam negeri membuat nilai tukar rupiah bergerak lebih kuat. Purnbaya memprediksi dalam hitungan belasan hari, rupiah akan menghindari level Rp 17 ribu per dolar AS. "Dua minggu ini (rupiah menguat)," ujar mantan ketua DK LPS tersebut.

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Rupiah Melemah Imbas Demo

Ekbis

Waaster Panglima TNI Buka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan Trisaka TNI TA 2024

Ekbis

Rupiah Melemah hingga Rp 16.300, Ini Kata BI