Pemerataan Akses Keuangan Jadi Kunci Kedaulatan Ekonomi Riau

Redaksi - Sabtu, 18 Oktober 2025 16:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_2694_Pemerataan-Akses-Keuangan-Jadi-Kunci-Kedaulatan-Ekonomi-Riau.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi dalam kegiatan FIN Expo 2025.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.

Ia menyoroti masih adanya kesenjangan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta antara daerah daratan dan perbatasan.

"Kita harus pastikan keterjangkauan akses keuangan bukan hanya dengan membuka cabang bank saja. Banyak masyarakat di wilayah perbatasan yang bahkan masih bertransaksi menggunakan mata uang non-rupiah," ujar Syahrial saat membuka Financial Expo (FinEXPO) 2025 di Mal Ciputra Seraya Pekanbaru, Sabtu (18/10/2025).

Syahrial menjelaskan, di Provinsi Riau, perlu upaya berkelanjutan untuk memperkuat sistem keuangan agar seluruh perputaran uang dapat masuk ke sistem nasional. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi sekaligus memperkuat posisi rupiah.

"Pemerintah pusat menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 91 persen pada akhir tahun ini. Target itu adalah tugas kolektif, dan kita di daerah harus memastikan masyarakat Riau, baik di pesisir maupun pedalaman, bisa mengakses layanan keuangan secara adil dan merata," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya sebatas kegiatan menabung, melainkan juga berkaitan dengan keadilan sosial dan kedaulatan bangsa. Sistem keuangan yang inklusif harus menjangkau semua kalangan, termasuk nelayan, petani, pelajar, hingga pelaku usaha mikro.

"Kita ingin layanan keuangan tidak hanya berputar di kalangan atas saja. Harus menyentuh akar rumput, ke nelayan, petani, dan usaha mikro," tambah Syahrial.

Selain itu, ia mendorong peningkatan literasi keuangan berbasis digital dan syariah, serta memperkuat sistem pembayaran di sektor koperasi dan UMKM. Transformasi digital, katanya, merupakan kunci utama untuk memperluas akses masyarakat desa dan perempuan terhadap layanan keuangan modern.

Syahrial juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong membangun masyarakat Riau yang cerdas finansial dan berdaya saing tinggi.

"Harapan kita semua, layanan keuangan dapat menjadi identitas dalam setiap transaksi, sekaligus mencerminkan kedaulatan negara kita di Republik ini," tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Paramadina, Kemendagri dan KAS Taja Diskusi Strategis Prinsip Ekonomi Pasar Pancasila

Ekbis

f. Didik J. Racbini: Hukum Sesat, Ekonomi Rusak

Ekbis

Kadin Riau Gelar Rapimprov 2025 dan Dialog Penguatan Ekonomi Bumi Lancang Kuning

Ekbis

Aset Keuangan Syariah Nasional Lampaui Rp3.000 Triliun

Ekbis

Evaluasi APBD-P 2025 12 Daerah di Riau Selesai

Ekbis

Evaluasi Ekonomi Syariah Dalam Satu Tahun Pemerintahan Prabowo