Soal Temuan Cadangan Migas di WK Rokan Hingga 724 Juta Barel hingga Data Tak Valid, Apa Kata Gubernur?

Redaksi - Jumat, 12 September 2025 21:04 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_1345_Soal-Temuan-Cadangan-Migas-di-WK-Rokan-Hingga-724-Juta-Barel-hingga-Data-Tak-Valid--Apa-Kata-Gubernur-.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Int)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Gubernur Riau Abdul Wahid mengaku telah menerima informasi soal temuan cadangan minyak dan gas (migas) baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Diperkirakan terdapat cadangan hingga 724 juta barel setara minyak (BOE).

"Iya sudah," kata Abdul Wahid saat dikonfirmasi Jumat (12/9/2025).

Abdul Wahid menjelaskan, cadangan tersebut merupakan sumber energi yang selama ini belum bisa dieksploitasi dengan cara konvensional.

"Ini unconventional drilling," ujarnya.

Orang nomor satu di Riau itu menyambut gembira kabar ini. Ia berharap temuan cadangan migas baru dapat membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, melaporkan temuan cadangan migas baru di WK Rokan tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta.

"Dari sisi operasional Pertamina mencatat beberapa capaian, di antaranya temuan cadangan migas baru sebesar 724 juta barrel oil equivalent di wilayah kerja Rokan," ujar Simon.

Menyikapi itu, Ketua Pusat Studi Migas dan Lingkungan FT dari Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Eng. Ir. Muslim, ST, MT, IPU inipun angkat bicara soal adanya pernyataan atau statemen Direktur Utama PT Pertamina (Persero) itu. Angka tersebut menurutnya cukup besar, mendekati satu miliar barel. Namun informasi yang disampaikan masih belum lengkap dan akurat.

"Jikalau dilihat angka tersebut cukup besar, mendekati satu miliar barel. Namun, dalam hal ini informasi yang disampaikan masih belum lengkap dan akurat. Bahkan, hal klasifikasi industri migas, yakni terdapat tiga kategori cadangan: proven (terbukti itu kepastian 90 persen), probable (mungkin itu 50 persen) dan possible (kemungkinan, di bawah 50 persen)," sebutnya.

Maka kata dia belum bisa dipercaya yang sudah dipaparkan Simon Aloysius selaku Direktur Utama PT Pertamina.

"Jika cadangan itu berasal dari lapisan batuan dengan permeabilitas rendah, maka perlu pengujian lebih lanjut untuk memastikan apakah dapat diproduksi dengan teknologi yang ada dan masuk kategori proven," ujar Muslim.

Meski demikian, ia mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari upaya PHR meningkatkan produksi nasional. Sejak alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke Pertamina pada 2021, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dari wilayah tersebut.

"Jika temuan ini bisa diproduksikan, tentu akan memberikan kontribusi penting bagi pendapatan nasional dan daerah, khususnya Riau," kata Muslim seperti dikutip dari derakpos.com.

Seperti diketahui, WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja migas terbesar di Indonesia, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi minyak nasional.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

SKK Migas Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

Ekbis

Wali Kota Pekanbaru Hadiri Raker PHRI Riau 2026, Siap Kolaborasi

Ekbis

Tiga Tahun Beroperasi, PT. APGWI Klaim Berhasil Tingkatkan Produksi West Kampar

Ekbis

Pipa Gas PT. TGI Meledak Lagi, Lima Rumah di Inhu Rusak

Ekbis

Selidiki Ledakan Pipa Gas PT TGI, Polres Inhil Gandeng Bidlabfor Polda

Ekbis

Riau Hanya Terima PI 1 Dolar, PHR Temui LAMR, Sebut Produksi Turun 30 Persen, Perlu Investasi