Aksi Demo Menjalar, Masyarakat Diimbau tak Panic Buying

Redaksi - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_1442_Aksi-Demo-Menjalar--Masyarakat-Diimbau-tak-Panic-Buying.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Mendag Budi Santoso.(Foto: Antara)
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta masyarakat tidak perlu sampai melakukan panic buying atau membeli barang dalam jumlah berlebihan dalam merespons situasi terkini. Hal itu karena sempat terjadi demonstrasi hingga pembakaran beberapa tempat dan fasilitas di sejumlah kota.

Budi memastikan barang kebutuhan pokok di ritel modern maupun pasar tradisional masih tersedia. Semua kebutuhan dapat tercukupi, sehingga konsumen bisa berbelanja seperti biasa.

"Kami sampaikan ke masyarakat, tidak perlu panic buying. Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman. Stok aman semua," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengetahui dinamika di lapangan. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebut Budi, berkoordinasi dengan pihak produsen. Salah satunya yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Demikian juga dengan pusat perbelanjaan. Menurut Mendag, sejauh ini ia belum mendengar keluhan pengusaha. Meski demikian, untuk mengantisipasi berbagai dinamika, proses komunikasi senantiasa berjalan.

"Pokoknya siap terus berkoordinasi, siap mengerjakan bareng-bareng," ujar Budi.

Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari terakhir. Massa aksi menuntut perbaikan kinerja para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif. Isu semakin memanas ketika ada korban jiwa.

Seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan meninggal dunia. Affan menghembuskan napas terakhir setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/8/2025) malam WIB.

Peristiwa itu terjadi saat aparat membubarkan massa demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), nyawanya tak tertolong. Kejadian tragis ini memicu gelombang duka dan solidaritas, mulai dari aksi seribu lilin di Purwokerto hingga doa bersama komunitas ojol di berbagai daerah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan proses hukum akan dijalankan. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa, sementara perusahaan aplikasi transportasi seperti Gojek dan Grab berjanji memberi dukungan kepada keluarga korban.

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Lapas Pasir Pengaraian Salurkan Sembako ke Pondok Pesantren

Ekbis

Tinjau PPS Bungus, Menaker Dukung Penciptaan Lapangan Kerja Perikanan

Ekbis

Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Babinsa Koramil 06 Siak Hulu Dampingi Pemberian Sembako Bagi Warga Kurang Mampu

Ekbis

Dari Ladang Kandis, Harapan Swasembada Pangan Terus Tumbuh

Ekbis

Empat Titik Pasar Murah di Pekanbaru Pekan Ini, Satu di Kampar

Ekbis

HUT RI, Ditlantas Polda Riau Bagikan Sembako, Helm SNI dan Konvoi Bersama OJOL