Pengusaha Tambang di Puncak Daftar Orang Terkaya RI

Redaksi - Jumat, 06 Juni 2025 20:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/06/_7416_Pengusaha-Tambang-di-Puncak-Daftar-Orang-Terkaya-RI.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Low Tuck Kwong.(Foto/Forbes)
kabarmelayu.comJAKARTA - Pengusaha tambang Low Tuck Kwong menyandang predikat sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires per 3 Juni 2025. Total kekayaan pria pendiri PT Bayan Resources Tbk itu tercatat mencapai 27,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 450 triliun (kurs Rp 16.300).

Low Tuck Kwong merupakan tokoh di balik kesuksesan Bayan Resources, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Tanah Air. Berdiri sebagai pemain utama dalam industri pertambangan open cut, Bayan Resources mengoperasikan empat proyek besar yang tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Produksi batu bara perusahaan ini terus menunjukkan tren pertumbuhan. Dari 28,9 juta ton pada 2018, meningkat menjadi 31,8 juta ton pada 2019, kemudian 30,2 juta ton pada 2020, 37,6 juta ton pada 2021, 38,9 juta ton pada 2022, dan menembus 45 juta ton pada 2023.

Beberapa lokasi tambang utama Bayan Resources meliputi Tambang Teguh Sinar Abadi/Firman Ketaun Perkasa di Kutai Barat, Tambang Perkasa Inakakerta di Kutai Timur, Tambang Tabang/Pakar di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta Tambang Wahana Baratama Mining di Satui, Kalimantan Selatan.

Selain dikenal sukses di bisnis, Low Tuck Kwong juga dikenal luas sebagai filantropis. Yayasan Low Tuck Kwong baru-baru ini menyumbangkan dana senilai 8 juta dolar Singapura kepada Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk beasiswa S1 dan program magister penuh waktu, termasuk untuk mahasiswa asal Indonesia.

Sebelumnya, pada 2023, Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew (LKYSPP) di bawah National University of Singapore (NUS) juga menerima sumbangan sebesar 101 juta dolar Singapura dari yayasan yang sama. Dana tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Asia.

Yayasan Low Tuck Kwong sendiri berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Asia melalui program pendidikan, layanan kesehatan, penelitian medis, serta berbagai inisiatif kesejahteraan sosial.

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Polres Kampar Tertibkan PETI di Aliran Sungai Subayang, 3 Rakit Diamankan

Ekbis

Menaker: BLK Kini Tak Sekadar Tempat Pelatihan, tapi Juga Inkubator Bisnis

Ekbis

Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Penertiban Lahan Tambang di Kalteng

Ekbis

Izin Pertambangan Rakyat Hanya untuk Koperasi, Bukan Perusahaan!

Ekbis

Tambang Ilegal di Sungai Pinang Digerebek, Alat Berat dan Pekerja Diamankan

Ekbis

Lima Tambang Penyebab Banjir di Sumatera Barat Disegel