JAKARTA - Hari ini ratusan karyawan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian berkumpul di lapangan Kemenko Perekonomian guna menghadiri upacara peringatan hari oeang ke-69.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya mengatakan, hari oang yang jatuh pada 30 Oktober ini merupakan momen yang sangat bersejarah. Pasalnya pada tanggal yang sama di 1946 Oeang Republik Indonesia (ORI) untuk pertama kalinya digunakan secara resmi.
"Walaupun memiliki masa edar singkat, sejarah membuktikan bahwa ORI menjadi alat pemersatu bangsa sekaligus lambang kedaulatan negeri zamrud khatulistiwa. Kini Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Mata uang kebanggaan masyarakat Indonesia ini telah mengiringi perjalanan bangsa Indonesia selama puluhan tahun," tuturnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).
Dalam sambutannya, Bambang juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir Rupiah menunjukkan kecenderungan pelemahan. Namun, menurutnya kini Rupiah berangsur membaik.
Guna mempertahankan tren penguatan Rupiah, Bambang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memilih Rupiah ketimbang mata uang asing. Baik untuk investasi maupun bertransaksi.
Untuk mendorong hal tersebut, Bambang ingin seluruh karyawan instansi pemerintahan khususnya Kementeian Keuangan untuk menjadi pelopor penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi di seluruh wilayah NKRI.
"Kemenkeu berkomitmen penuh untuk memfokuskan kebijakan ikut menjaga Rupiah sesuai nilai fundamentalnya. Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya ingin menghimbau jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenkeu untuk ikut menjaga Rupiah. Penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi adalah kunci tercapainya kestabilan nilai tukar Rupiah," pungkasnya.
Sekedar informasi, upacara peringatan Hari Oeang sedianya dilaksanakan kemarin. Namun upacara ditunda lantaran rapat Badan Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan berlangsung hingga dini hari.
(mrt/okezone)