Tak Ada Kenaikan, Elpiji 3 Kilogram di Pekanbaru Tetap Rp18.000

Redaksi - Sabtu, 08 Februari 2025 10:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/02/_4473_Tak-Ada-Kenaikan--Elpiji-3-Kilogram-di-Pekanbaru-Tetap-Rp18-000.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Andi)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram tetap Rp18.000 tanpa kenaikan.

Kepala Disperindag Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengungkapkan, pihaknya akan berdiskusi dengan Pertamina, agen elpiji, serta Iswana Migas terkait permasalahan distribusi dan penjualan gas bersubsidi.

"Hari Senin nanti, kami akan mengundang Pertamina, agen elpiji, dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) untuk membahas berbagai hal terkait distribusi dan penjualan gas elpiji 3 kilogram. Salah satu kebijakan utama yang akan dibahas adalah larangan bagi pengecer untuk menjual gas bersubsidi," katanya, Jumat.

Pengecer yang selama ini menjual gas elpiji 3 kilogram akan dialihkan menjadi sub-pangkalan resmi. Hal ini bertujuan untuk memastikan gas bersubsidi dijual sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, Disperindag juga akan mengusulkan pembukaan pangkalan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Usulan ini didasarkan pada kebutuhan para pedagang kaki lima yang menggunakan gas elpiji untuk berjualan, tetapi kesulitan mendapatkan pasokan dengan harga HET.

"Kami akan membahas kemungkinan pembukaan pangkalan khusus UMKM, misalnya di sepanjang Jalan Imam Munandar (Harapan Raya). Di sepanjang jalan itu banyak pedagang kecil yang membutuhkan gas elpiji 3 kilogram dalam jumlah dua hingga tiga tabung per hari," jelas Ami, sapaan akrabnya.

Jika pelaku UMKM itu tinggal di daerah yang jauh, seperti Kecamatan Kulim, tentu akan menyulitkan. Karena, pelaku UMKM itu harus kembali ke pangkalan asalnya di Kulim.

Selain di Jalan Harapan Raya, Disperindag juga akan mengkaji titik-titik lain yang dapat dijadikan pangkalan khusus UMKM. Dengan demikian, gas elpiji bersubsidi bisa lebih mudah diakses oleh pelaku usaha kecil tanpa harus membeli dari pengecer dengan harga lebih tinggi.

"Kami ingin memastikan bahwa gas elpiji bersubsidi dijual sesuai dengan HET. Jika dijual di warung-warung biasa, harganya bisa jauh lebih mahal dari yang seharusnya," ungkap Ami.

Dengan adanya pertemuan itu nanti diharapkan kebijakan distribusi gas elpiji 3 kilogram di Pekanbaru dapat lebih tertata. Sehingga, masyarakat dan pelaku usaha kecil tidak mengalami kesulitan mendapatkan gas dengan harga yang sesuai aturan.


Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Fun Pingpong Competition, Pererat Sinergi SKK Migas, EMP dan PWI Riau

Ekbis

Terdetiksi 254 Hotspot, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino

Ekbis

Menuntut Keadilan Migas: Pemkab Siak Dukung KPK Benahi Sengkarut PI 10% demi Kesejahteraan Rakyat

Ekbis

Perjuangkan Hak Daerah, Bupati H. Bistamam Ikuti Rapat Evaluasi PI 10 Bersama KPK

Ekbis

Pastikan Akurasi Data Sensus, Wabup Bengkalis Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Ekbis

H. Haris Bantah Tuduhan Penjarahan Sawit, Kuasa Hukum: Lahan 110B Sudah Diserahkan Satgas PKH ke PT ASI