Jelang Nataru, Harga Sembako di Riau Terpantau Stabil

Redaksi - Selasa, 03 Desember 2024 22:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/12/_7882_Jelang-Nataru--Harga-Sembako-di-Riau-Terpantau-Stabil.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Memasuki awal Desember tahun ini, harga kebutuhan pokok atau sembako di beberapa pasar di Pekanbaru mengalami sedikit kenaikan.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Disperindagkop UMKM Provinsi Riau, Tetty Nurdianti mengatakan, meski sejumlah komoditi sembako mengalami kenaikan di Riau, namun kenaikan ini tidak terlalu signifikan.

"Masih dalam batas aman atau wajar," ujarnya.

Tetty merincikan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah bawang merah, daging ayam, dan tomat. Namun, kenaikan harga tersebut tidak tergolong tinggi sehingga tidak memicu gejolak signifikan di kalangan konsumen.

"Fluktuasi harga ini cenderung normal dan disebabkan oleh faktor musiman, seperti cuaca dan momentum Nataru," jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Riau pada bulan November 2024 tercatat sebesar 0,87% (year-on-year/yoy). Angka ini masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 1,55% yoy. Kondisi ini dianggap positif dan ideal, baik untuk tingkat provinsi maupun nasional.

"Secara umum, kenaikan harga sembako di Pekanbaru masih terkendali. Tidak ada lonjakan yang memerlukan intervensi besar-besaran. Situasi ini menunjukkan bahwa ketersediaan pasokan tetap stabil," ujar Tetty.

Kendati demikian, kata dia, Pemprov Riau, melalui Disperindagkop UMKM akan terus memantau perkembangan harga agar tidak terjadi lonjakan signifikan yang berpotensi memberatkan masyarakat.

"Seperti memastikan kelancaran distribusi barang, juga telah disiapkan jika diperlukan," jelasnya.

Naiknya harga sembako, terutama pada komoditi seperti bawang merah, daging ayam, dan tomat lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang akhir tahun, meskipun ketersediaan barang masih stabil di pasaran.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Harga Minyakita Capai Rp17.000, Wali Kota Segera Turun

Ekbis

Ratusan Paket Makanan dan Sembako Menjadi Berkah Untuk Warga

Ekbis

Bupati Kasmarni Salurkan 50 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Bengkalis

Ekbis

Camat Senapelan Salurkan Sembako di Padang Bulan

Ekbis

Jelang Idul Fitri 1447 H, Harga Bapok di Riau Terpantau Stabil

Ekbis

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Salurkan Bantuan Beras dan Minyak untuk 63 Ribu Penerima Manfaat