PEKANBARU-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden Gultom, Selasa (3/1/17) mengatakan bahwa pada Desember 2016 lalu, Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 0,23%. Dengan angka inflasi selama bulan Desember 2016 sebesar 0,23 persen, total inflasi di Riau sepanjang 2016 sebesar 4,04%.
Dari tiga kota di Riau yang masuk dalam perhitungan inflasi di Riau, Kota Pekanbaru masih memberikan sumbangan inflasi terbesar, yakni 0,27%. Sedangkan Kota Dumai sendiri 0,07% dan Tembilahan 0,02%.
Sementara itu, dari total keseluruhan inflasi di Riau selama tahun 2016, Kota Pekanbaru masih memberikan sumbangan inflasi terbesar yakni sebesar Rp4,19%, Kota Dumai 3,98%. Dan Kota Tembilahan sebesar 2,58%.
Komoditi yang memberi andil terhadap inflasi selama tahun 2016, yakni cabai merah, bawang merah, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras dan sebagainya.
BPS mencatat terjadinya inflasi di Riau sepanjang Desember 2016 ini lebih disebabkan karena adanya indeks harga pada enam kelompok pengeluaran.
Diantaranya, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,83%. Diikuti oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,22%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,16%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05%.
Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04%, kelompok sandang mengalami penurunan harga sebesar 0,34 persen.***
(riauterkini.com)