PEKANBARU, kabarmelayu.com- MOMEN tahun baru 2017 membawa keberuntungan bagi Iwan. Pedagang ayam berskala besar di Jalan Soekarno-Hatta ini untung besar. Hanya dua hari saja ia bisa mengumpulkan omset naik 100 persen dari biasanya.
Dua hari menjelang tahun baru ratusan ekor ayam miliknya terjual. Pembelinya kebanyakan dari masyarakat yang ingin merayakan malam menjelang tahun baru dengan membakar ayam. Daya beli daging ayam di lapak miliknya masih tinggi sampai Ahad (1/1/17) siang.
"Sudah hampir dua ratus ekor terjual," ungkap Iwan kepada wartawan, Ahad (1/1/17). Ratusan ekor ayam biasanya terjual sekitar empat atau lima hari. Namun dengan momen tahun baru itu ayam yang ada di kandang miliknya terjual banyak.
Tidak hanya Iwan, penjual daging ayam lainnya juga mendapatkan keuntungan besar datang tahun baru. Dian salah satu penjual daging ayam di pasar Dupa mengatakan daya beli terus meningkat sampai satu hari menjelang tahun baru.
"Daya beli memang tinggi seperti yang kami harapkan. Sudah ratusan ekor terjual. Ya kebanyakan mereka membeli untuk dibakar di malam menjelang tahun baru," kata Dian lagi.
Momen tahun baru juga dimanfaatkan para penjual ayam tersebut. Mereka menaikan harga daging ayam secara signifikan. Sampai Ahad (1/1/17) pedagang masih menjual daging ayam sampai Rp28.000 per kilogram.
Sementara harga normal daging ayam masih berkisar Rp18.000 per kilogram sampai Rp19.000 per kilogram. Terkait kenaikan sejumlah sembako termasuk daging ayam menjelang tahun baru sudah diprediksi pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru.
"Kenaikan sembako dan daging ayam terus mendapatkan pengawasan disperindag secara intens di hari besar seperti tahun baru dan lainya," ungkap Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Disperindag memprediksi kenaikan harga ayam akan kembali stabil nantinya.
(riaupos.co)