Pekanbaru, kabarmelayu.com - Ondi Sukmara terlihat kesal, beberapa kali dia melihat jam yang terpampang di mobilnya. Wajahnya masam setiap kali melihat menerawang ke depan dan sesekali melihat ke belakang lewat spion. Suara klakson sesekali terdengar dari belakang dan depan. Mobil yang dikendarainya tidak bergerak di persimpangan Pasar Pagi Arengka. Menurut Ondi, dirinya sudah satu jam terjebak macet disana.
’’Ini Polisi kepada kemana, apa tidak ada yang bertugas? Apa pada libur semua. Ini menjadi catatan penting yang harus jadi perhatian bersama dimana macet seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berulang. Harus ada perhatian khusus, tidak hanya oleh Kepolisian, tapi juga stake holder terkait,’’ ujar eksekutif perhotelan paling senior di Provinsi Riau tersebut.
Ondi berbicara lebih luas dari apa yang dialaminya pada Ahad (1/1/17) sore itu. Dia bicara resolusi untuk Kota Pekanbaru yang sudah didiaminya puluhan tahun. Kendati merupakan seorang perantau dari Jawa Barat, Ondi merasa perlu memberikan sumbangsih dan masukan kepada pertumbuhan Kota.
Menurutnya, macet seperti yang dialami sudah mulai umum terjadi di Pekanbaru. Tidak hanya saat lampu lalu lintas mati saja seperti sore itu . Sejumlah persimpangan seperti Simpang SKA, pada saat jam sibuk dan lampu lalu lintas menyala, pengendara juga terkadang harus ’’stag’’ cukup lama untuk menunggu antrian kendaraan lewat. Kondisi ini menurut Ondi harus cepat dipecahkan.
’’Ini tentu jadi Pekerjaan Rumah bersama, macet seperti ini lama kelamaan yang membuat perekonomian lumpuh bila tidak disiasati dari sekarang. Kota Pekanbaru terus tumbuh, penduduk terus tumbuh dan kendaraan terus bertambah. Kami sebagai pelaku usaha menantikan terobosan untuk pengelolaan kota yang lebih baik,’’ sebut Ondi.
Yang ditakutkan Ondi adalah psikologi investor. Bila Kota Pekanbaru saat ini yang baru berpenduduk sekiar 1 juta jiwa saja sudah macet, bagaimana kalau penduduk sudah mencapai dua atau tiga juta. Dirinya khawatir investor akan berpikir ulang soal komitmen pemerintah daerah dalam pengelola infrastruktur dalam kota. Investor tidak mau Pekanbaru menjadi seperti Jakarta atau kota lain di Sumatera seperti Medan yang kini sudah dihantui macet akut.
(riaupos.co)