Rupiah Melemah hingga Rp 16.300, Ini Kata BI

Redaksi - Kamis, 20 Juni 2024 19:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/06/_4922_Rupiah-Melemah-hingga-Rp-16-300--Ini-Kata-BI.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(CNBC Indonesia/ Faisal Rahman)
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengomentari kondisi nilai tukar rupiah yang tertekan belakangan ini, hingga sempat menyentuh level Rp 16.400 per dolar AS.

Rupiah diketahui telah mengalami pelemahan 5,92 persen sejak awal tahun hingga 19 Juni 2024. Menurut penuturan Perry, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh faktor dari luar negeri maupun dalam negeri.

Dari sentimen eksternal atau global, ada perbedaan kebijakan moneter bank sentral AS The Federal Reserve dengan bank sentral Eropa, European Central Bank (ECB) mengenai ketidakpastian penurunan suku bunga.

ECB memiliki kebijakan untuk memangkas suku bunga acuannya 25 basis poin (bps). Sementara itu, The Federal Reserve masih bersikukuh mempertahankan sukuk bunga acuannya, yang diprediksi baru akan diturunkan pada akhir 2024.

Kondisi itu lantas memicu investor beralih ke aset investasi yang lebih amat atau safe haven. Di antaranya adalah surat utang AS. Hal itu menyebabkan tertahannya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan negara berkembang.

"Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh dampak tingginya ketidakpastian pasar global, terutama berkaitan dengan ketidakpastian arah penurunan FFR (Fed Fund Rate)," kata Perry dalam konferensi pers di Kompleks BI, Kamis (20/6/2024).

Sementara itu, dari dalam negeri atau internal, pelemahan rupiah terjadi lantaran tingginya permintaan valuta asing dalam bentuk dolar AS oleh para korporasi seperti repatriasi atau pengambalian dana dividen. Faktor lainnya adalah adanya persepsi investor mengenai sustainabilitas kebijakan fiskal pemerintah baru ke depan.

Perry meyakini bahwa BI dan pemerintah bisa untuk menguatkan mata uang Garuda ke depannya dengan berbagai kebijakan.

"BI yakin rupiah ke depan menguat. Fundamentalnya akan menguat. Tapi dari gerakan bulan ke bulan faktor-faktor informasi sentimen akan membuat volatilitas naik turun. Dan itu akan terus kami lakukan," tuturnya.

Sumber

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Ekbis

Melemah, Rupiah Mendekati Level Rp17 ribu/Dolar AS, Menkeu Purbaya Janji Perbaikan

Ekbis

Literasi dan Diplomasi Ruang Angkasa Jadi Fokus Diskusi Publik di Universitas Paramadina

Ekbis

Aset Keuangan Syariah Nasional Lampaui Rp3.000 Triliun

Ekbis

Ini Skema Pencucian Uang Terpidana Pajak Rp58,2 Miliar

Ekbis

35 CCTV di Pekanbaru Awasi Ruang Publik