Ekonomi Syariah Arus Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Redaksi - Jumat, 31 Mei 2024 09:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/05/_2006_Ekonomi-Syariah-Arus-Baru-Pertumbuhan-Ekonomi-Nasional.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Ist)
ACEH - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional terus diperkuat.

Dia menerangkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembentukan Komisi Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) yang akan mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah.

"Saya harap KDEKS dapat terus meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dengan bank syariah lainnya guna memperkuat energi dan peningkatan kualitas pembiayaan," katanya, dalam kegiatan peresmian green building BSI Aceh yang disiarkan melalui YouTube Wakil Presiden, Kamis (30/5/24).

Pada kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin juga menyampaikan beberapa arahan kepada sektor industri pengembangan ekonomi syariah, agar sistem ekonomi dan keungan syariah ini terus diperkuat.

Wapres RI ini menginginkan agar industri perbankan syariah dapat terus memperluas jangkauan dan perkuat layanan perbankan syariah.

Mendorong ekspansi dan peningkatan kualitas layanan perbankan syariah sehingga industri perbankan syariah lebih kompetitif dan berdaya saing.

"Optimalkan dan intensifkan penyaluran KUR agar menjangkau lebih banyak pelaku UMKM produktif di berbagai daerah sehingga mendorong penciptaan lapangan kerja," ucapnya.

Kemudian, Wapres RI ini juga meminta agar dapat memperkuat lembaga-lembaga seperti Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) atau lembaga-lembaga keuangan mikro syariah yang diyakini efektif menjangkau masyarakat yang belum terlayani.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.

"Tingkatkan aksesibilitas layanan perbankan salah satunya dengan memperluas jaringan ATM hingga ke daerah-daerah," ucapnya.

Selanjutnya, Wapres RI tersebut menginginkan agar kualitas dan kapasitas sumber daya manusia perbankan syariah terus dikembangkan. Sehingga, program pengembangan SDM perbankan syariah ini harus menjadi prioritas, mengingat tingginya kebutuhan SDM di sektor ini.

Sebab terangnya, ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan berintegritas tinggi akan mendukung pertumbuhan dan daya saing industri perbankan syariah

"Pengembangan kompetensi juga harus mencakup penguasaan teknologi informasi di sektor perbankan syariah," ungkapnya.

Terakhir, Ma'ruf Amin menginginkan agar dapat meningkatkan literasi inklusi dan digitalisasi keuangan syariah. Meningkatkan sinergi dan kolaborasi multi pihak secara berkesinambungan dalam peningkatan literasi masyarakat.

Serta memperluas edukasi keuangan syariah mulai dari tingkat sekolah, pesantren, uiversitas, bahkan hingga sampai ke komunitas masyarakat.

"Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, digitalisasi menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Untuk itu industri perbankan syariah harus siap dengan infrastruktur digital yang andal dengan tingkat keamanan yang tinggi," tutupnya.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Ekbis

Bupati Inhil H. Herman Hadiri RUPS-LB BRK Syariah

Ekbis

Cahaya Islam di India, Jejak Peradaban Islam di Negeri Bollywood

Ekbis

Cahaya Islam di Jerman: Upaya Pengakuan Identitas Islam di Jantung Eropa

Ekbis

Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Pengarusutamaan Ekonomi Syariah sebagai Pilar Baru Perekonomian Nasional

Ekbis

Festival Hadroh Al-Banjari Se-Riau 2025 Resmi Dibuka

Ekbis

Aset Keuangan Syariah Nasional Lampaui Rp3.000 Triliun