Dolar Masih di Atas Rp16.200, Siap-Siap Harga Laptop-AC Beterbangan

Harijal - Senin, 22 April 2024 20:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/04/06f356042024_untitled9.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Penjualan Laptop (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS konsisten tertekan di kisaran Rp 16.200/US$. Melemahnya rupiah ini bakal berdampak pada industri manufaktur, utamanya sektor elektronik, yakni kenaikan harga produk akhir seperti laptop sampai AC.

"Kenaikan dolar AS ini pengaruh ke manufaktur, utamanya yang masih bergantung pada bahan baku impor, harga-harga akan naik kan karena ini. Manufaktur kita masih banyak yang impor bahan baku, jadi bisa pada naik harganya, kaya itu AC sama Laptop," kata Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sarman Simanjorang kepada CNBC Indonesia, Senin (22/4/2024).

Kenaikan harga barang tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku utamanya yang berasal dari impor. Karena itu pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah bakal berpengaruh pada kemampuan dunia usaha utamanya yang bertransaksi menggunakan dolar AS.

"Pengusaha kita yang punya kewajiban dalam bentuk dolar AS, kita mendorong pemerintah melakukan langkah agar tidak membuat ini berkepanjangan," kata Sarman.

Pemerintah perlu melakukan langkah ekstra karena situasi geopolitik di dunia juga sedang dalam kondisi tidak baik, utamanya setelah eskalasi gejolak antara Israel dan Iran. Sarman menilai pelemahan rupiah juga disebabkan oleh konflik kedua negara tersebut.

"Yang paling terasa di nilai pelemahan tukar rupiah, kami harap pelemahannya ngga lama, jadi bisa diintervensi pemerintah, BI, supaya nilai Rupiah ini sesuai dengan target yang ada di APBN kita," kata Sarman.

Melansir data Refinitiv, pada pembukaan pasar hari ini, mata uang garuda menuju posisi Rp16.200/US$. Lalu, pada penutupan hari ini, rupiah berhasil memangkas pelemahan dengan 0,12% ke angka Rp16.230/US$ pada hari ini (22/4/2024). Posisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan kemarin (19/4/2024) yang ditutup di level Rp16.250 per dolar AS.(sumber)

Berita Terkait

Ekbis

PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

Ekbis

Pemerintah Siap Bentuk Pokja Pembatalan Sertifikat di TNTN

Ekbis

Ranperda Perlindungan Anak Riau, Diminta Fokus pada Norma Utama

Ekbis

Pelaksanaan TKA di UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Berjalan Lancar

Ekbis

Bobol Kotak Amal, Pasutri di Bengkalis Ditangkap Warga

Ekbis

Skandal Perzinahan Kades, Kriminalisasi Wartawan dan Dugaan Suap Penyidik