RI, China, Sampai Korsel Sepakat Buang Dolar AS

Harijal - Senin, 08 Mei 2023 17:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/05/324cfb052023_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan April 2023. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, pihaknya terus melakukan langkah untuk mengurangi ketergantungan dengan dolar Amerika Serikat (AS) atau dedolarisasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, langkah yang ditempuh BI adalah dengan melakukan kerja sama dengan sejumlah negara untuk melakukan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT).

Perry menyebut, pihaknya telah menjalin kerjasama LCT dengan China hingga Korea Selatan.

"Kami telah menandatangani local currency transaction dengan Kore. Dengan begitu, LCT sudah diperluas dengan China hingga Korea Selatan. Ini mendorong transaksi antar negara dan mendorong stabilitas sistem keuangan," jelas Perry dalam konferensi pers, Senin (8/5/2023).

Baca: Ekonomi RI Tokcer, Menkeu & Bos BI Yakin Rupiah Tetap KuatSeperti diketahui, BI menggencarkan penggunaan mata uang lokal melalui settlement currency atau local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan bilateral Indonesia dengan negara mitra sejak 2018.

Local Currency Settlement (LCS) adalah penyelesaian transaksi bilateral antara dua negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara di mana setelmen transaksinya dilakukan di dalam yurisdiksi wilayah negara masing-masing.

LCS pertama kali diimplementasikan oleh Indonesia dengan Thailand dan Malaysia pada 2018.

"Sejak tahun 2018 BI telah menginisiasi kerja sama LCS dengan Malaysia dan Thailand untuk mendorong penggunaan mata uang lokal oleh pelaku usaha dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral kedua negara," jelas BI dalam laman resminya.

Pada Agustus 2020 kerja sama serupa juga telah diimplementasikan dengan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 September 2021, kerja sama LCS ini juga sudah efektif diimplementasikan dengan Tiongkok atau China. Dan terbaru, kerjasama transaksi lokal juga berhasil disepakati dengan otoritas moneter Korea Selatan.

(sumber: CNBCIndonesia.com)

Berita Terkait

Ekbis

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Ekbis

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Ekbis

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura

Ekbis

Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan

Ekbis

Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI

Ekbis

Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru